Bauksit Dihilirisasi di Kalimantan, Rusal Siapkan Investasi Smelter Alumina
Program hilirisasi sektor pertambangan kembali mendapat investasi dari perusahaan global. UC Rusal, produsen aluminium asal Rusia, dipastikan bakal membangun fasilitas pengolahan dan pemurnian alumina berbasis bauksit di Pulau Kalimantan.
JAKARTA – Program hilirisasi sektor pertambangan kembali mendapat investasi dari perusahaan global. UC Rusal, produsen aluminium asal Rusia, dipastikan bakal membangun fasilitas pengolahan dan pemurnian alumina berbasis bauksit di Pulau Kalimantan.
Proyek tersebut akan mengubah bauksit menjadi alumina melalui fasilitas hilirisasi.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan proses administrasi investasi Rusal telah mendekati tahap final.
“Dengan Rusal ya, mereka akan membangun hilirisasi dari bauksit untuk menjadi alumina. Dan itu di daerah Kalimantan. Untuk urusan perizinannya sudah tahap hampir final,” ujar Bahlil saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, dikutip Senin (14/9/2026).
Bagi daerah tempat proyek tersebut dibangun, rencana investasi ini membawa aktivitas pengolahan bauksit ke tahap hilir. Namun, pemerintah belum menyampaikan rincian mengenai manfaat yang akan diterima daerah dari investasi tersebut.
Bahlil menyebut pemerintah mendorong kerja sama antara Rusal dengan pengusaha dalam negeri.
“Kita memang melakukan kolaborasi dan mereka melakukan kerja sama dengan pengusaha dalam negeri,” jelasnya.
Nilai investasi Rusal maupun nama pengusaha dalam negeri yang akan menjadi mitra masih belum diungkapkan.
Pemerintah saat ini masih menyelesaikan studi kelayakan proyek.
“Nanti, FS-nya saya selesaikan dulu ya,” pungkasnya.
Dengan demikian, rencana investasi Rusal di Kalimantan saat ini masih berada dalam proses pematangan administrasi dan studi kelayakan, dengan pembangunan smelter diarahkan untuk mengolah bauksit menjadi alumina.
