Bauksit Kalimantan Jadi Andalan Hilirisasi, Prabowo Targetkan Nilai Ekonomi US$16 Miliar
KalbarTimes.com -
Presiden RI Prabowo Subianto mengungkapkan target nilai ekonomi yang ingin dicapai pemerintah melalui hilirisasi bauksit. Pada 2030, nilai yang dihasilkan dari pengolahan komoditas tersebut diperkirakan mencapai US$15 miliar hingga US$16 miliar.
Proyeksi tersebut disampaikan Prabowo ketika menjelaskan kebijakan pemerintah dalam mendorong pengolahan sumber daya alam di dalam negeri.
"Kita perkirakan 2030 dari bauksit kita bisa mencapai 15 sampai 16 miliar dolar," katanya.
Menurut Prabowo, peningkatan nilai ekonomi tersebut berasal dari proses pengolahan bauksit yang dilakukan secara berkelanjutan hingga menghasilkan aluminium.
Salah satu skema yang dicontohkan adalah pembangunan smelter aluminium yang mengolah bauksit menjadi alumina dan kemudian memproses alumina menjadi aluminium.
"Sebagai contoh, kalau kita bikin smelter aluminium di Indonesia, bauksit menjadi alumina, alumina menjadi aluminium, itu kenaikannya luar biasa ada yang 32 kali, ada yang 66 kali. Dan ini sedang kita kerjakan semua," ujar dalam dialog bersama para jurnalis senior dan pakar di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Minggu (6/9/2026), yang disiarkan CNBC Indonesia, Rabu (16/9/2026).
Pengembangan industri hilirisasi tersebut diperkirakan membutuhkan investasi sebesar US$26 miliar. Dari sisi ketenagakerjaan, investasi itu diproyeksikan menciptakan 229.000 lapangan kerja baru.
"Cadangan bauksit kita keenam terbesar di dunia. Bauksit menjadi aluminium, building material 36,9 kali, 40 kali nilai tambah yang sekarang enggak ada di Indonesia! This is our strategy, ini tujuan kita," kata Prabowo.
