BGN Uji Coba MBG Prasmanan, Targetkan 5.000 SPPG pada Akhir 2026
kalbartimes.com - Badan Gizi Nasional (BGN) menguji penerapan sistem prasmanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Skema ini dievaluasi untuk mempercepat penyajian makanan kepada siswa sekaligus menjaga kualitas dan keamanan pangan.
Juru Bicara BGN, Tysa Novenny, mengatakan hasil evaluasi awal menunjukkan sistem prasmanan memiliki sejumlah keunggulan. Selain mempercepat penyajian, metode tersebut dinilai dapat membantu menjaga suhu makanan dan mengurangi tahapan pemorsian.
“Dari hasil evaluasi awal, sistem prasmanan memiliki sejumlah manfaat. Makanan bisa lebih cepat sampai kepada anak-anak, suhunya lebih terjaga, dan proses pemorsian dapat dikurangi sehingga potensi kontaminasi bisa diminimalkan. Namun, semuanya tetap harus dilaksanakan dengan prosedur dan standar operasional yang jelas,” ujar Tysa.
Meski demikian, penerapan sistem prasmanan tetap harus mempertimbangkan kesiapan fasilitas pelayanan gizi dan sekolah. Prosedur operasional serta standar kebersihan menjadi bagian penting agar makanan yang disajikan tetap aman dikonsumsi.
Kepala BGN Sudaryono menjelaskan, sistem prasmanan juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengambil tambahan makanan apabila persediaan masih tersedia. Namun, penerapannya tidak dilakukan secara seragam karena harus menyesuaikan kondisi setiap SPPG dan sekolah.
“Penerapan sistem prasmanan ini juga dilihat dari kemampuan SPPG dan sekolah, serta partisipasi siswa. Kalau semuanya siap, tentu pelayanan MBG secara prasmanan siap dilaksanakan,” kata Sudaryono.
Saat ini, BGN masih mengevaluasi pelaksanaan uji coba di sejumlah lokasi di Pulau Jawa. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi bahan pertimbangan sebelum sistem prasmanan diperluas ke wilayah lain.
SPPG yang ingin menerapkan metode tersebut harus mengajukan permohonan dan menjalani proses verifikasi dari BGN. Pelaksanaannya juga mensyaratkan penerapan standar operasional prosedur, pelatihan petugas, kebersihan, penggunaan alat ukur yang sesuai, serta pemakaian alat pelindung diri.
BGN juga membuka saluran pengaduan bagi masyarakat yang ingin menyampaikan keluhan terkait pelaksanaan program MBG. Salah satu kanal yang dapat digunakan adalah Sahabat Gizi (SAGI) melalui nomor 127.
Pada Jumat (16/10/2026), BGN melaporkan sebanyak 66 SPPG sedang menjalankan uji coba layanan MBG dengan sistem prasmanan. Jumlah tersebut menjadi bagian dari proses evaluasi sebelum penerapan diperluas.
BGN menargetkan sebanyak 5.000 SPPG dapat menerapkan sistem prasmanan hingga akhir 2026. Pencapaian target tersebut akan bergantung pada kesiapan satuan pelayanan, sekolah, serta pemenuhan standar keamanan pangan dalam pelaksanaan program.
