Sabtu, 24 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Nasional
Nasional

BNPB Sebut Modifikasi Cuaca Picu Hujan di 13 Kabupaten Kalbar untuk Tekan Karhutla

✍️ Eka Wulandari 🕒 22 Oct 2026 👁️ 2x dibaca
Operasi modifikasi cuaca (OMC) yang dilakukan untuk mengurangi dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menunjukkan hasil di sejumlah wilayah Sumatra dan Kalimantan.
Operasi modifikasi cuaca (OMC) yang dilakukan untuk mengurangi dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menunjukkan hasil di sejumlah wilayah Sumatra dan Kalimantan. Foto: istimewa

kalbartimes.com – Operasi modifikasi cuaca (OMC) yang dilakukan untuk mengurangi dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menunjukkan hasil di sejumlah wilayah Sumatra dan Kalimantan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut hujan turun di 13 kabupaten di Kalimantan Barat setelah operasi tersebut dilaksanakan.

Kepala BNPB Kristomei Sianturi mengatakan, penggunaan es kering atau dry ice untuk mendukung penyemaian awan menunjukkan hasil di tiga dari empat provinsi yang menjadi lokasi operasi, yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Sumatera Selatan.

“Dari operasi modifikasi cuaca yang kita lakukan di empat provinsi, tiga di antaranya berhasil mengalami hujan. Di Kalimantan Barat, ada 13 kabupaten yang mengalami hujan. Di Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan, metode ini juga cukup efektif,” ujar Kristomei, sebagaimana dilansir RRI, Rabu (21/10/2026).

BNPB berencana melanjutkan operasi di wilayah yang masih memiliki tutupan awan dan membutuhkan hujan untuk membantu penanganan karhutla. Selain di sejumlah provinsi prioritas, operasi modifikasi cuaca juga dilaksanakan di Papua Selatan dan Sulawesi Tengah.

BNPB Kombinasikan Es Kering dan Garam

Dalam pelaksanaannya, BNPB menggabungkan penggunaan es kering dengan metode penyemaian awan menggunakan natrium klorida (NaCl) atau garam. Metode yang digunakan disesuaikan dengan kondisi atmosfer dan kebutuhan masing-masing wilayah.

Kristomei menjelaskan, pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya untuk membantu pembentukan hujan di tengah kondisi yang terpengaruh asap karhutla.

“Setelah itu, OMC dilanjutkan menggunakan NaCl agar hujan bisa turun. Untuk daerah-daerah yang belum mengalami hujan, kita akan melakukan operasi modifikasi cuaca dengan menaburkan es kering. Kita melihat metode ini cukup efektif di Sumatera Selatan,” ujarnya.

Data BNPB pada 21 Oktober 2026 mencatat lima sorti penyemaian awan di Kalimantan Tengah. Operasi tersebut menggunakan 1.600 kilogram es kering dan 300 kilogram garam.

Sementara itu, operasi di Sumatera Selatan dilaksanakan dalam tiga sorti. Dua sorti menggunakan total 1.600 kilogram es kering, sedangkan satu sorti lainnya menggunakan 800 kilogram garam.

Jarak Pandang Dilaporkan Membaik

Selain membantu upaya penanganan karhutla, BNPB melaporkan adanya perbaikan jarak pandang di wilayah yang menjadi sasaran operasi modifikasi cuaca.

Kristomei menyebut jarak pandang yang sebelumnya kurang dari 1.000 meter meningkat menjadi 7.000 meter setelah upaya tersebut dilakukan.

“Jarak pandang menjadi lebih terbuka. Sebelumnya, hambatannya membuat jarak pandang kurang dari 1.000 meter, tetapi sekarang menjadi 7.000 meter. Ini merupakan bagian dari upaya modifikasi cuaca untuk mempercepat penanggulangan kebakaran hutan,” katanya.

BNPB berencana meneruskan operasi berdasarkan kondisi awan dan kebutuhan di lapangan. Upaya tersebut menjadi bagian dari penanganan karhutla yang dampaknya meluas ke sejumlah wilayah di Sumatra dan Kalimantan.

EW
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update