Sabtu, 24 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Ekonomi
Ekonomi

Dua Proyek Infrastruktur Kalbar Masuk Kajian Bluebook, Ada SPAM Sungai Kunyit

✍️ Eka Wulandari 🕒 02 Oct 2026 👁️ 17x dibaca
Kepala Bapperida Kalbar Linda Purnama.
Kepala Bapperida Kalbar Linda Purnama. Foto: istimewa

kalbartimes.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) mulai mematangkan sejumlah proyek infrastruktur prioritas untuk masuk dalam kajian Bluebook Infrastruktur.

Pembahasan dilakukan dalam Rapat Program Prioritas Kajian Bluebook Infrastruktur di Ruang Audio Visual Bapperida Kalbar, Rabu (30/9/2026). Rapat dipimpin Kepala Bapperida Kalbar Linda Purnama dan dihadiri perangkat daerah terkait, akademisi, peneliti, perekayasa, serta perencana.

Bluebook Infrastruktur disiapkan sebagai dokumen yang memuat usulan proyek prioritas beserta kajian kelayakannya. Langkah tersebut dilakukan karena kebutuhan pembangunan infrastruktur di Kalbar masih cukup besar, sementara kemampuan fiskal daerah untuk membiayai seluruh proyek melalui APBD terbatas.

Dalam pembahasan awal, Bapperida menghimpun 11 usulan program infrastruktur prioritas. Setelah mempertimbangkan aspek kelayakan finansial, dua proyek ditetapkan untuk masuk dalam kajian Bluebook, yakni SPAM Regional Sungai Kunyit dan Dermaga Sungai Raya.

SPAM Regional Sungai Kunyit akan dikaji dari sisi teknis, termasuk kesesuaian lokasi, ketersediaan sumber air baku, dan jalur transmisi. Infrastruktur tersebut dinilai memiliki potensi mendukung kebutuhan air di kawasan Pelabuhan Kijing dan perusahaan di sekitarnya.

Sementara itu, Dermaga Sungai Raya direncanakan dikembangkan dalam tiga zona. Zona 1 yang telah terbangun mencakup dermaga, rehabilitasi gedung, area parkir, jalan akses, serta sejumlah sarana pendukung.

Penyelesaian Zona 1 secara keseluruhan masih membutuhkan anggaran sekitar Rp30 miliar. Adapun Zona 2 diproyeksikan mendukung aktivitas Pelabuhan Kijing dalam jangka panjang dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp180 miliar. Pengembangan Dermaga Sungai Raya juga dinilai memiliki potensi untuk mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Keterbatasan fiskal membuat Pemprov Kalbar tidak hanya mengandalkan APBD dan APBN untuk pembiayaan proyek. Bluebook disiapkan agar proyek yang diusulkan memiliki kajian yang lebih matang sehingga dapat membuka peluang dukungan dari lembaga pembiayaan, mitra pembangunan, maupun skema kerja sama lainnya.

Tim kajian dari Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura selanjutnya akan melakukan kajian lebih mendalam terhadap kedua proyek tersebut. Kajian mencakup potensi sumber air baku SPAM Regional Sungai Kunyit serta pengembangan Zona 1 dan Zona 2 Dermaga Sungai Raya.

Bapperida berharap kajian Bluebook dapat menghasilkan portofolio proyek yang matang, sesuai kebutuhan masyarakat, serta memiliki manfaat ekonomi dan sosial yang jelas bagi pembangunan Kalimantan Barat.

EW
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update