Era Digital Ubah Cara Beli Mobil, Diler Tetap Punya Peran Penting
kalbartimes.com – Perkembangan digital membuat calon konsumen kini semakin mudah mencari informasi sebelum membeli mobil. Mulai dari spesifikasi, harga, desain, perbandingan model hingga ulasan pengguna dapat diakses melalui ponsel pintar.
Suzuki melihat perubahan tersebut turut menggeser pola konsumen dalam mengenali kendaraan yang ingin dibeli. Informasi yang sebelumnya banyak diperoleh melalui tenaga penjualan di diler, kini dapat dicari secara mandiri melalui internet.
Namun, kemudahan digital belum sepenuhnya menghilangkan kebutuhan konsumen terhadap diler. Ada sejumlah tahapan dalam proses pembelian kendaraan yang dinilai tetap membutuhkan interaksi dan pengalaman secara langsung.
Salah satunya adalah test drive. Foto dan video kendaraan belum tentu mampu memberikan gambaran utuh mengenai posisi duduk, visibilitas pengemudi, jangkauan tombol hingga kenyamanan kabin.
Pengalaman berkendara juga tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh informasi digital. Konsumen perlu merasakan secara langsung akselerasi, pengereman, respons kemudi, tingkat kebisingan hingga karakter suspensi kendaraan.
Diler juga menjadi tempat konsumen memastikan kembali keputusan pembelian. Konsumen dapat berkonsultasi mengenai kebutuhan kendaraan, pilihan pembiayaan hingga layanan purnajual.
Peran tersebut tetap dibutuhkan setelah kendaraan dimiliki. Perawatan berkala dan perbaikan membutuhkan bengkel fisik, teknisi tersertifikasi, peralatan diagnostik serta ketersediaan suku cadang.
Jarak antara konsumen dan bengkel resmi juga menjadi salah satu pertimbangan. Lokasi yang mudah dijangkau dapat memberikan kemudahan ketika pemilik kendaraan harus melakukan perawatan maupun perbaikan.
Digitalisasi Jadi Pelengkap
Suzuki menilai digitalisasi lebih tepat ditempatkan sebagai pelengkap layanan diler, bukan sebagai pengganti keberadaan diler secara fisik.
Salah satu penerapannya dilakukan Suzuki Indomobil Sales melalui aplikasi MySuzuki. Aplikasi tersebut memungkinkan pelanggan melakukan sejumlah kebutuhan layanan, seperti memesan jadwal servis, memantau status kendaraan, mendapatkan pengingat servis, mencari diler terdekat hingga membeli suku cadang resmi.
Meski proses layanan dapat dibantu melalui platform digital, pengerjaan kendaraan tetap dilakukan di bengkel resmi Suzuki yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Di sisi lain, perubahan perilaku konsumen juga membuat persaingan antar-diler semakin ketat. Persaingan industri otomotif tidak lagi hanya berkaitan dengan harga, model, desain dan fitur kendaraan.
Layanan purnajual menjadi bagian penting dalam upaya merek mempertahankan konsumen.
Sejalan dengan perubahan tersebut, sejumlah diler mulai mengembangkan konsep showroom menjadi ruang pengalaman. Fasilitas yang ditawarkan tidak hanya area untuk melihat kendaraan, tetapi juga ruang konsultasi, kafe serta berbagai layanan berbasis digital.
Perubahan itu menunjukkan bahwa fungsi diler ikut bergeser mengikuti perilaku konsumen.
Ketika informasi mengenai kendaraan semakin mudah diperoleh secara daring, diler dituntut memberikan sesuatu yang tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh layar ponsel, mulai dari pengalaman mengemudi hingga kepastian layanan setelah pembelian.
Dengan demikian, diler masa depan tidak lagi sekadar menjadi tempat transaksi mobil. Diler juga menjadi ruang bagi konsumen untuk membangun keyakinan sebelum membeli, merasakan kendaraan secara langsung dan memastikan dukungan layanan setelah kendaraan dimiliki.
