Sabtu, 24 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Teknologi
Teknologi

Indonesia Siapkan 8 Data Center Baru untuk Perkuat Infrastruktur AI

✍️ Eka Wulandari 🕒 02 Oct 2026 👁️ 16x dibaca
RI Makin Diminati, Ini 8 Rencana Pembangunan Data Center Baru pada 2026  Artikel ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul "RI Makin Diminati, Ini 8 Rencana Pembangunan Data Center Baru pada 2026", Klik selengkapnya di sini: https://teknologi.bisnis.com/read/20261002/101/2009086/ri-makin-diminati-ini-8-rencana-pembangunan-data-center-baru-pada-2026?utm_source=chatgpt.com. Penulis : Asa An Yahdiani Editor : Leo Dwi Jatmiko  Download aplikasi Bisnis.com terbaru untuk akses lebih cepat dan nyaman
RI Makin Diminati, Ini 8 Rencana Pembangunan Data Center Baru pada 2026 Artikel ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul "RI Makin Diminati, Ini 8 Rencana Pembangunan Data Center Baru pada 2026", Klik selengkapnya di sini: https://teknologi.bisnis.com/read/20261002/101/2009086/ri-makin-diminati-ini-8-rencana-pembangunan-data-center-baru-pada-2026?utm_source=chatgpt.com. Penulis : Asa An Yahdiani Editor : Leo Dwi Jatmiko Download aplikasi Bisnis.com terbaru untuk akses lebih cepat dan nyaman Foto: istimewa

kalbartimes.com – Indonesia semakin menjadi tujuan investasi pusat data seiring meningkatnya kebutuhan terhadap kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dan komputasi awan

Sepanjang 2026, sejumlah pengembang global dan perusahaan nasional mengumumkan rencana pembangunan data center baru dengan kapasitas besar. Proyek-proyek tersebut tersebar di sejumlah wilayah, mulai dari Bekasi, Purwakarta, Cikarang, Batam hingga Bintan.

Salah satu proyek yang disiapkan adalah CGK Campus milik Digital Edge di kawasan Greenland International Industrial Center (GIIC), Bekasi. Proyek tersebut memiliki nilai investasi sekitar US$4,5 miliar dengan kapasitas awal 500 megawatt (MW) yang dapat dikembangkan hingga 1 gigawatt (GW).

Selain itu, DayOne menyiapkan kampus data center berskala besar di kawasan industri Kabil, Batam, dengan pasokan listrik sekitar 450 MW.

Batam juga menjadi lokasi rencana pusat data AI yang dikembangkan PT Equator Gate System Batam bersama RangeIDC. Proyek tersebut diperkirakan bernilai sekitar US$5 miliar dan direncanakan berada di kawasan Teluk Mata Ikan, Nongsa.

Pengembangan lainnya datang dari NeutraDC yang menyiapkan gedung kedua di Batam serta ekspansi fasilitas hyperscale di Cikarang. Telkom bersama Danantara juga merencanakan pengembangan data center AI dengan kapasitas hingga 1 GW di sejumlah wilayah Indonesia.

Sementara itu, Firmus bersama Nvidia dan DayOne menyiapkan fasilitas AI Factory berkapasitas 360 MW di Batam. Fasilitas tersebut dirancang untuk menampung hingga 170.000 akselerator Nvidia dan ditargetkan mulai beroperasi pada 2027.

Di Purwakarta, BDx juga membangun AI Campus 2 (CGK4) dengan kapasitas hingga 640 MW. Pembangunan tahap pertama ditargetkan dapat melayani pelanggan pada awal 2027.

Selain proyek-proyek tersebut, CoreWeave mengumumkan ekspansi ke Indonesia dengan tiga fasilitas berkapasitas total 360 MW, sedangkan SOS Limited merencanakan kampus data center AI sekitar 500 MW di Bintan.

Perkembangan tersebut menunjukkan meningkatnya kebutuhan infrastruktur digital seiring pertumbuhan penggunaan AI dan layanan komputasi awan di Indonesia.

Namun, sejumlah proyek data center juga menghadapi tantangan terkait perizinan, kebutuhan listrik, serta penggunaan sumber daya air. Salah satunya proyek BDx di Jatiluhur yang dihentikan sementara karena dokumen AMDAL dan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) belum lengkap.

Pengembangan data center ke depan karena itu tidak hanya berkaitan dengan kapasitas komputasi, tetapi juga kesiapan energi, air, perizinan, dan aspek lingkungan

EW
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update