Jembatan Darurat di Parit Mayor Dibangun dari Patungan Warga, Akses ke Kubu Raya Terbantu
kalbartimes.com – Keterbatasan akses jalan di kawasan Jalan Pemda Parit Mayor, Pontianak Timur, mendorong warga membangun jembatan secara swadaya. Jembatan sederhana hasil patungan tersebut kini menjadi jalur alternatif bagi masyarakat yang hendak menuju kawasan Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.
Pantauan di lokasi pada Rabu pagi, 14 Oktober 2026, menunjukkan kondisi jalan menuju jembatan masih berupa tanah merah. Permukaan jalan tampak licin dan berlumpur, terutama ketika diguyur hujan.
Di ujung jalan, warga memasang gerbang darurat dari bambu dan kayu sebagai penanda jalur menuju jembatan. Konstruksi sederhana itu dibuat setelah akses sebelumnya tidak dapat dilalui secara normal.
Seorang warga Parit Mayor yang enggan disebutkan namanya mengatakan pembangunan jembatan dilakukan bersama-sama dengan mengumpulkan dana untuk membeli kayu dan papan.
“Kami yang bangun sama-sama, patungan beli kayu dan papan. Kalau tidak, jalan ini putus total, tidak bisa lewat,” ujarnya.
Jembatan tersebut kini membantu warga mengakses jalur penghubung antara permukiman di Pontianak Timur dan wilayah Kubu Raya. Kehadirannya juga memangkas kebutuhan perjalanan memutar melalui jalan utama.
Rudi, warga yang kerap menggunakan jalur tersebut, mengungkapkan bahwa jembatan itu memudahkan perjalanan sehari-hari, termasuk bagi warga yang bekerja dan anak-anak yang bersekolah.
“Alhamdulillah sangat terbantu. Sekarang motor bisa lewat, jadi tidak perlu mutar jauh. Jembatan ini jadi penghubung penting untuk kami yang kerja dan anak sekolah,” kata Rudi.
Namun, akses tersebut belum sepenuhnya memadai. Lebar jembatan dan keterbatasan konstruksinya membuat kendaraan roda empat, seperti mobil pikap dan truk, belum bisa melintas. Palang pada gerbang darurat turut membatasi ketinggian kendaraan yang dapat melewati jalur itu.
Untuk saat ini, sepeda motor menjadi kendaraan yang dapat menggunakan jembatan tersebut. Pengendara tetap perlu berhati-hati karena kondisi jalan yang berlumpur dan konstruksi jembatan yang masih sederhana.
Warga berharap kondisi ini mendapat perhatian pemerintah agar jalur penghubung tersebut bisa ditingkatkan menjadi akses yang lebih layak dan aman.
“Kami berharap jalan ini bisa segera diperbaiki dan jembatannya dibangun permanen, supaya mobil juga bisa lewat. Ini kan jalan alternatif, sayang kalau dibiarkan begini,” harap warga.
Masyarakat berharap Pemerintah Kota Pontianak bersama Pemerintah Kabupaten Kubu Raya dapat menindaklanjuti kebutuhan tersebut melalui perbaikan jalan dan pembangunan jembatan permanen. Perbaikan dinilai penting untuk memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus meningkatkan kemudahan akses antarwilayah.
