Sabtu, 24 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Ekonomi
Ekonomi

Kalbar Didorong Optimalkan Perbatasan dan Pelabuhan Kijing untuk Tarik Investasi

✍️ Eka Wulandari 🕒 12 Oct 2026 👁️ 2x dibaca
Kapal sandar di terminal non petikemas Terminal Kijing, Kabupaten Mempawah, menunggu proses pemuatan, mencerminkan meningkatnya aktivitas logistik dan peran pelabuhan sebagai simpul distribusi utama di Kalimantan Barat.
Kapal sandar di terminal non petikemas Terminal Kijing, Kabupaten Mempawah, menunggu proses pemuatan, mencerminkan meningkatnya aktivitas logistik dan peran pelabuhan sebagai simpul distribusi utama di Kalimantan Barat. Foto: istimewa

kalbartimes.com – Kalimantan Barat didorong mengoptimalkan kawasan perbatasan Malaysia dan Pelabuhan Internasional Kijing di Kabupaten Mempawah untuk memperkuat investasi serta perdagangan internasional. Penyederhanaan perizinan, kepastian hukum, dan pengembangan industri pengolahan dinilai menjadi faktor penting untuk meningkatkan daya saing ekonomi daerah.

Akademisi Universitas Tanjungpura (Untan), Muhammad Fahmi, mengatakan posisi geografis Kalbar yang berbatasan langsung dengan Malaysia merupakan modal strategis untuk mengembangkan aktivitas ekonomi lintas negara.

“Pemerintah harus mampu menjadi penghubung antara pengusaha dan masyarakat sehingga investasi yang masuk tidak hanya berorientasi pada penanaman modal, tetapi mampu memberikan dampak terhadap perekonomian daerah,” kata Fahmi di Pontianak, Kamis (8/10).

Menurut Fahmi, kawasan perbatasan perlu dikembangkan lebih dari sekadar jalur keluar-masuk orang dan barang. Kawasan tersebut berpotensi menjadi pusat perdagangan, pariwisata, jasa, dan investasi yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat.

Salah satu wilayah yang dinilai memiliki peluang tersebut adalah Temajuk, Kabupaten Sambas, yang terhubung dengan Telok Melano, Sarawak, Malaysia. Keberadaan Pos Lintas Batas (PLB) Temajuk dapat dimanfaatkan untuk memperkuat konektivitas, perdagangan, pariwisata, dan kerja sama ekonomi kedua wilayah.

Perizinan dan Kepastian Hukum Perlu Diperkuat

Meski memiliki potensi strategis, Fahmi menilai pengembangan investasi di Kalbar membutuhkan iklim usaha yang lebih kondusif. Penyederhanaan pelayanan perizinan menjadi salah satu langkah yang perlu dilakukan untuk menarik investor, khususnya penanam modal asing.

Prosedur birokrasi yang panjang dan ketidakpastian regulasi berpotensi menghambat masuknya investasi. Karena itu, pemerintah perlu memastikan proses perizinan berjalan lebih efisien tanpa mengabaikan ketentuan hukum yang berlaku.

“Penyederhanaan pelayanan perizinan diperlukan agar investor, khususnya Penanaman Modal Asing (PMA), tidak mengurungkan niat menanamkan modal akibat prosedur yang dinilai rumit. Selain itu, harus ada kepastian hukum dalam regulasi penanaman modal asing,” ujarnya.

Menurutnya, kemudahan berusaha perlu didukung kebijakan investasi yang terarah agar modal yang masuk mampu mendorong kegiatan ekonomi produktif dan memberikan manfaat bagi masyarakat setempat.

Pelabuhan Kijing Berpotensi Perkuat Ekspor Kalbar

Selain kawasan perbatasan, Pelabuhan Internasional Kijing di Kabupaten Mempawah dinilai memiliki peran penting dalam memperluas akses perdagangan Kalbar ke pasar global.

Pelabuhan tersebut telah melayani ekspor langsung sejumlah komoditas, antara lain alumina, aluminium hidroksida, kelapa, dan produk olahan kelapa ke Malaysia, China, Jepang, Korea Selatan, serta Taiwan.

Fahmi menilai ekspor langsung melalui Kijing berpotensi memangkas rantai logistik dan meningkatkan daya saing produk daerah. Namun, peluang tersebut perlu diikuti pengembangan industri pengolahan agar komoditas yang diperdagangkan menghasilkan nilai tambah lebih besar.

Penguatan hilirisasi juga dinilai penting untuk memperkuat rantai produksi, distribusi, dan pemasaran komoditas dari Kalbar. Dengan demikian, manfaat aktivitas ekspor tidak hanya dirasakan melalui peningkatan perdagangan, tetapi juga melalui tumbuhnya industri dan kegiatan usaha di daerah.

“Pemerintah Kalbar perlu siapkan langkah strategis dalam hal investasi untuk kemajuan perekonomian di provinsi ini,” katanya.

Investasi Diharapkan Membuka Lapangan Kerja

Fahmi berharap optimalisasi kawasan perbatasan dan Pelabuhan Kijing dapat meningkatkan arus barang dan modal sekaligus memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, pengembangan kedua kawasan strategis tersebut perlu diarahkan untuk memperluas kesempatan kerja, memperkuat usaha masyarakat, dan meningkatkan posisi Kalbar dalam jaringan perdagangan internasional.

“Penguatan konektivitas pelabuhan ini diharapkan dapat mendorong investasi, membuka lapangan kerja, dan memperkuat posisi Kalbar dalam perdagangan internasional,” pungkasnya.

EW
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update