Sabtu, 24 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Daerah
Daerah

Menhut Raja Antoni Tinjau Karhutla Kalsel, Jumlah Hotspot Mampu Ditekan hingga 15 Titik

✍️ Albertus 🕒 14 Oct 2026 👁️ 3x dibaca
Menhut Raja Antoni Tinjau Karhutla Kalsel
Menhut Raja Antoni Tinjau Karhutla Kalsel Foto: detik.com

BANJARBARU — Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan Selatan menunjukkan tren positif. Jumlah titik panas atau hotspot di provinsi ini mencatatkan penurunan signifikan dan kini berada di angka terendah untuk kawasan Pulau Kalimantan. Kendati demikian, seluruh personel gabungan yang bertugas di lapangan diingatkan untuk tidak mengendurkan pengawasan hingga musim hujan benar-benar tiba.

Kepastian menurunnya angka titik panas tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni saat meninjau lokasi rawan kebakaran di kawasan Hutan Lindung Liang Anggang, Kelurahan Landasan Ulin Barat, Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Dalam kunjungan kerja yang berlangsung pada Senin (12/10/2026) itu, Menhut hadir bersama Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin serta didampingi jajaran pimpinan TNI dan Polri setempat untuk mengevaluasi strategi penanggulangan karhutla di tingkat tapak.

Berdasarkan pemantauan data Sistem Informasi Kebencanaan Hutan dan Lahan (Sipongi), jumlah hotspot di wilayah Kalimantan Selatan tercatat menyusut drastis dari sebelumnya 28 titik menjadi tinggal 15 titik per 11 Oktober 2026. Angka tersebut menjadi pencapaian terbaik di wilayah Kalimantan dalam hal penekanan laju penyebaran titik api. Kondisi ini berbanding terbalik dengan Kalimantan Barat yang justru mengalami kenaikan jumlah titik panas dari 44 menjadi 68 titik. Sementara itu, untuk wilayah di luar Kalimantan, Sumatra Selatan masih mencatatkan jumlah hotspot cukup tinggi yakni 223 titik, Riau 14 titik, dan Provinsi Jambi terpantau nihil titik panas.

Di tengah catatan penurunan angka hotspot tersebut, Menhut menekankan pentingnya menjaga soliditas dan efektivitas kerja seluruh tim penanggulangan kebakaran yang melingkupi petugas Manggala Agni, aparat TNI-Polri, BPBD, hingga relawan masyarakat pemadam kebakaran. Kesigapan dalam merespons munculnya titik api sekecil apa pun dinilai menjadi kunci utama keberhasilan pengendalian karhutla di daerah tersebut.

Mengenai koordinasi dan langkah pemadaman yang tengah berjalan di lapangan, Raja Juli memberikan arahan khusus kepada seluruh pemangku kepentingan.

"Saya minta seluruh pihak terus menjaga kerja sama dan kekompakan di lapangan. Kita bekerja maksimal untuk memastikan karhutla dapat ditangani dengan baik," pesan Raja Juli.

Upaya pembasahan lahan atau wetting secara berkala juga menjadi perhatian penting pemerintah pusat, terutama di kawasan yang didominasi oleh lahan gambut. Penanganan pada karakter lahan gambut memerlukan kecermatan ekstra karena api sering kali masih menyisakan bara tersembunyi di bawah permukaan tanah meskipun asap di bagian atas tampak sudah mengecil.

Oleh karena itu, penyiraman intensif harus terus dilanjutkan pada area-area rawan demi mencegah timbulnya titik api baru akibat tiupan angin kencang atau cuaca terik. Menhut menegaskan kembali pentingnya proses pembasahan berulang ini.

"Maka dari itu penting dilakukan pembasahan terus pada titik-titik yang cenderung masih mengeluarkan asap meski api sudah tidak muncul di permukaan," tambahnya.

Ancaman terjadinya peristiwa karhutla susulan di Kalimantan Selatan diperkirakan masih berpotensi berlangsung selama beberapa pekan ke depan. Berdasarkan prakiraan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), potensi curah hujan alami dengan intensitas tinggi di wilayah Kalimantan Selatan baru diprediksi mulai memasuki fase merata pada pertengahan November mendatang. Oleh sebab itu, rentang waktu hingga menuju pertengahan November dikategorikan sebagai masa-masa kritis yang memerlukan tingkat kewaspadaan ekstra tinggi dari seluruh Satuan Tugas Karhutla.

Strategi penanganan tidak hanya difokuskan pada operasi pemadaman darat dan udara, tetapi juga diimbangi dengan patroli pencegahan secara ketat di area-area rawan yang berdekatan dengan aktivitas pemukiman dan perkebunan warga. Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bersama jajaran forkopimda terus mengoptimalkan pembagian sekat serta pemetaan wilayah rawan guna mempercepat mobilisasi personel pemadam jika sewaktu-waktu terdeteksi adanya kenaikan suhu atau lonjakan titik api baru.

Sinergi lintas sektoral antara kementerian, pemerintah daerah, aparat keamanan, dan elemen masyarakat menjadi benteng utama dalam mengamankan kawasan hutan lindung serta mencegah dampak meluasnya asap kebakaran yang berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat dan aktivitas transportasi udara. Dengan komitmen penanganan yang tidak kendur hingga musim penghujan tiba, pemerintah optimistis dampak karhutla di Kalimantan Selatan dapat diminimalisasi secara maksimal.

A
AlbertusEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update