Sabtu, 24 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Daerah
Daerah

Momentum HSN, Ponpes Assalam Kutai Barat Bersiap Dirikan Universitas dan Wujudkan Kemandirian Pangan

✍️ Albertus 🕒 23 Oct 2026 👁️ 1x dibaca
Keluarga besar Ponpes Assalam Arya Kemuning.
Keluarga besar Ponpes Assalam Arya Kemuning. Foto: Ponpes Assalam

KUTAI BARAT — Pesantren pedalaman di Kalimantan Timur kembali menorehkan terobosan strategis. Momentum peringatan Hari Santri Nasional (HSN) dimanfaatkan oleh Pondok Pesantren (Ponpes) Assalam Arya Kemuning, Kecamatan Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat, untuk menegaskan arah pengembangan lembaga ke depan. Lembaga pendidikan Islam ini resmi mencanangkan dua target besar, yakni pendirian perguruan tinggi mandiri serta pengelolaan sektor pertanian dan perkebunan untuk menopang kemandirian pangan lembaga secara berkelanjutan.

Langkah ini diambil sebagai bentuk akselerasi kualitas pendidikan, peningkatan kapasitas alumni, serta respons terhadap dinamika kebutuhan masyarakat yang kian kompleks. Pihak pesantren meyakini bahwa penguatan aspek keilmuan akademis yang dipadukan dengan kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal merupakan kunci utama dalam mencetak generasi santri yang adaptif.

Pimpinan Ponpes Assalam Arya Kemuning, KH Arief Heri Setyawan, menegaskan komitmen tersebut dalam momentum peringatan HSN. Ia menyampaikan bahwa perencanaan pendirian institusi pendidikan tinggi di lingkungan pesantren telah dirancang secara matang dengan memberdayakan potensi internal.

"Kita akan mendirikan perguruan tinggi dengan para dosen, guru besar, dan santri sendiri yang punya komitmen lahir batin dalam rangka pendidikan jihad fi sabilillah," kata Arief, Kamis (22/10/2026).

Pengembangan institusi kejenjang perguruan tinggi tersebut direncanakan akan difokuskan pada bidang-bidang keilmuan terapan yang relevan dengan kondisi geografis serta potensi alam kawasan Kalimantan Timur, khususnya Kutai Barat. Sektor perkebunan, pertanian, dan pengelolaan sumber daya alam menjadi perhatian utama agar para lulusan kelak memiliki keahlian teknis yang langsung dapat diimplementasikan di tengah masyarakat.

Integrasi antara nilai-nilai keislaman dan disiplin ilmu umum dinilai sangat krusial dalam membentuk karakter santri modern. KH Arief Heri Setyawan menekankan bahwa pondok pesantren saat ini tidak boleh lagi dipandang sebatas lembaga kajian keagamaan tradisional.

"Assalam tidak semata-mata di bidang keilmuan agama, tapi juga akademik. Kita siap terjun ke masyarakat," imbuhnya.

Selain percepatan di bidang akademis dan kelembagaan, Ponpes Assalam Arya Kemuning juga menempatkan kemandirian pangan sebagai pilar utama transformasi. Kebutuhan logistik harian bagi ribuan santri yang bermukim di dalam kompeks pesantren memicu pengelola untuk mengoptimalkan pemanfaatan aset lahan produktif yang dimiliki.

Melalui program pengelolaan pertanian dan perkebunan secara mandiri, pesantren menargetkan pemenuhan kebutuhan bahan pokok santri dapat dipasok secara internal. Lahan pesantren akan ditanami berbagai komoditas pangan harian serta tanaman perkebunan bernilai ekonomi tinggi. Selain menghemat biaya operasional, langkah ini sekaligus berfungsi sebagai sarana laboratorium hidup dan media pelatihan kewirausahaan (entrepreneurship) bagi para santri.

Langkah ekspansi yang dicanangkan pada peringatan HSN ini juga didasari oleh rekam jejak panjang perjalan dakwah dan pendidikan Ponpes Assalam. Sebagai salah satu pesantren pionir di wilayah pedalaman Kutai Barat yang telah berkiprah selama lebih dari tiga dekade, Assalam secara konsisten menerapkan perpaduan sistem pendidikan yang komprehensif. Pesantren mengombinasikan kurikulum Salafiyah melalui pengajaran kitab-kitab klasik, metode Modern Gontor untuk penguasaan bahasa asing (Arab dan Inggris), serta kurikulum pendidikan nasional.

Melalui kombinasi kurikulum tersebut, santri tidak hanya dibekali kedalaman ilmu agama dan ketangkasan berbahasa, tetapi juga standar kompetensi formal yang diakui secara nasional. Rencana pembentukan universitas dianggap sebagai muara yang logis dari jenjang pendidikan menengah yang selama ini telah berjalan dengan baik.

Kaderisasi SDM untuk mengisi posisi tenaga pengajar di calon perguruan tinggi tersebut saat ini tengah berjalan. Sejumlah alumni dan santri berprestasi yang telah menyelesaikan pendidikan tinggi di berbagai perguruan tinggi terkemuka, baik di dalam maupun luar negeri, dipersiapkan untuk kembali dan mengabdi membesarkan almamater.

Peringatan Hari Santri Nasional bagi Ponpes Assalam tidak sekadar dirayakan secara seremonial, melainkan dimaknai sebagai momentum refleksi dan akselerasi perjuangan. Kehadiran calon perguruan tinggi pesantren dan program kemandirian pangan ini diharapkan mampu memberi dampak sosial-ekonomi yang nyata bagi masyarakat Kutai Barat dan sekitarnya, sekaligus membuktikan bahwa pesantren dari kawasan pedalaman mampu tampil sebagai pusat peradaban dan keunggulan pendidikan.

A
AlbertusEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update