Penanganan Karhutla Nasional Diperkuat, Kalbar Jadi Wilayah Prioritas
kalbartimes.com - Pemerintah terus memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia seiring meningkatnya titik panas (hotspot). Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah menjadi perhatian utama dalam pengendalian karhutla karena tercatat sebagai wilayah dengan hotspot tinggi di antara enam provinsi prioritas.
Kementerian Kehutanan memperkuat operasi pengendalian melalui langkah darat dan udara. Upaya tersebut dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur untuk memantau perkembangan titik panas, melakukan pengecekan lapangan, serta menangani kebakaran yang ditemukan.
Berdasarkan pemantauan Sistem Informasi Deteksi Dini Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (SiPongi) Kementerian Kehutanan hingga Jumat (2/10) pukul 21.10 WIB, tercatat 1.271 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence) secara nasional.
Jumlah tersebut meningkat 689 titik dibandingkan pemantauan sehari sebelumnya yang mencatat 582 hotspot. Data berasal dari pemantauan satelit NASA Terra/Aqua, NASA SNPP, dan NASA NOAA-20.
Kementerian Kehutanan menegaskan bahwa hotspot merupakan indikator awal berupa anomali suhu permukaan yang terdeteksi satelit. Titik panas tersebut tidak secara otomatis menunjukkan adanya kebakaran sehingga tetap membutuhkan verifikasi melalui pengecekan di lapangan.
Dalam pengendalian karhutla, pemerintah mengerahkan operasi darat dan udara. Dukungan udara mencakup patroli, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), hingga pemadaman menggunakan metode water bombing.
Sebanyak 61 armada udara disiagakan untuk mendukung operasi tersebut. Sementara di darat, petugas melakukan patroli pencegahan, pemantauan kawasan rawan, groundcheck, pemadaman, hingga pendinginan untuk mencegah api kembali muncul.
Pengendalian dilakukan secara terpadu dengan melibatkan Kementerian Kehutanan, BNPB, TNI, Polri, pemerintah daerah, BMKG, Manggala Agni, serta unsur terkait lainnya.
Selain penanganan kebakaran, pemerintah juga memantau kualitas udara di wilayah yang terdampak aktivitas karhutla. Masyarakat diimbau memperhatikan perkembangan kualitas udara dan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila terjadi penurunan kualitas udara.
Kementerian Kehutanan juga mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan pembukaan atau pembersihan lahan dengan cara membakar. Pencegahan dinilai penting untuk mengurangi risiko kebakaran yang dapat berdampak terhadap lingkungan dan aktivitas masyarakat.
Untuk Kalimantan Barat, perkembangan penanganan karhutla tetap menjadi perhatian pemerintah. Kondisi hotspot di wilayah tersebut bersifat dinamis sehingga pemantauan dan penanganan di lapangan terus dilakukan sesuai perkembangan terbaru.
