Sabtu, 24 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Olahraga
Olahraga

Persija Jakarta vs Arema FC: Macan Kemayoran Bidik Kebangkitan, Rekor Kandang Jadi Tantangan

✍️ Eka Wulandari 🕒 21 Oct 2026 👁️ 2x dibaca
Shin Tae-yong dan Nadeo Argawinata saat menghadiri konferensi pers menjelang duel Persija Jakarta melawan Arema FC di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi.
Shin Tae-yong dan Nadeo Argawinata saat menghadiri konferensi pers menjelang duel Persija Jakarta melawan Arema FC di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi. Foto: istimewa

kalbartimes.com – Persija Jakarta berusaha kembali ke jalur kemenangan saat menjamu Arema FC pada lanjutan Super League 2026/2027 di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Rabu (21/10/2026) malam. Pertandingan ini menjadi kesempatan bagi Macan Kemayoran untuk bangkit setelah kekalahan pada pekan sebelumnya sekaligus memutus catatan kurang baik saat menghadapi Singo Edan di kandang.

Persija sebelumnya menelan kekalahan 2-3 dari Persita Tangerang pada 17 Oktober 2026. Hasil tersebut menghentikan laju empat kemenangan beruntun yang diraih tim asuhan Shin Tae-yong pada awal kompetisi.

Di sisi lain, Arema FC juga datang dengan modal kurang meyakinkan. Tim besutan Marcos Santos itu kalah 1-3 dari Garudayaksa FC pada pertandingan terakhir. Dari lima pekan awal, Arema baru mencatat satu kemenangan, satu kekalahan, dan tiga hasil imbang.

Duel Persija kontra Arema dijadwalkan berlangsung pukul 19.00 WIB dan disiarkan langsung melalui Indosiar.

Persija Punya Catatan Kandang yang Harus Dipatahkan

Meski bermain di hadapan pendukung sendiri, Persija tetap menghadapi tantangan dari rekor pertemuan melawan Arema. Kemenangan kandang terakhir Macan Kemayoran atas Singo Edan di kompetisi liga terjadi pada 12 Februari 2023, ketika Persija menang 2-0.

Setelah itu, Persija gagal meraih kemenangan dalam tiga pertemuan kandang di liga. Mereka bermain imbang 2-2 pada Agustus 2023, kemudian kalah 1-3 pada Maret 2025 dan 0-2 pada Februari 2026.

Namun, pelatih Shin Tae-yong memiliki pengalaman memutus catatan buruk bersama Persija. Pada September 2026, Macan Kemayoran mengalahkan Borneo FC dengan skor 1-0 di Stadion Segiri, Samarinda. Hasil itu mengakhiri penantian panjang Persija untuk menang di markas Pesut Etam.

Persija juga mengalahkan Persib Bandung dengan skor 2-1 di Jakarta pada September lalu. Kedua hasil tersebut menjadi modal kepercayaan diri untuk menghadapi tantangan Arema.

Shin Tae-yong Soroti Penyelesaian Akhir

Shin Tae-yong mengaku baru mengetahui catatan pertemuan kandang Persija melawan Arema ketika mendapat pertanyaan dalam konferensi pers menjelang pertandingan.

“Sejujurnya, saya tidak mengetahui catatan tersebut sebelumnya sehingga sedikit terkejut. Namun, rekor memang ada untuk dipecahkan,” ujar Shin.

Ia juga menilai penampilan Persija saat menghadapi Persita tidak sepenuhnya buruk. Menurutnya, tim mampu menguasai jalannya pertandingan, tetapi belum efektif dalam memanfaatkan peluang. Sebaliknya, Persita mampu memaksimalkan serangan balik.

“Kami kurang beruntung dalam penyelesaian akhir,” tegasnya.

Evaluasi penyelesaian akhir menjadi salah satu pekerjaan Persija agar dominasi permainan dapat menghasilkan gol dan membawa tim kembali meraih poin penuh.

Arema Berupaya Bangkit dengan Persiapan Terbatas

Di kubu lawan, Marcos Santos berusaha membenahi permainan Arema setelah kekalahan dari Garudayaksa FC. Pelatih asal Brasil itu mengakui waktu persiapan tim relatif singkat karena pertandingan sebelumnya baru berlangsung pada Sabtu (17/10/2026).

Pengaturan intensitas latihan dan pemulihan mental pemain menjadi perhatian agar Arema bisa tampil lebih kompetitif di Bekasi.

“Kami tahu bahwa kami tidak memainkan pertandingan yang bagus melawan Garuda. Kami mengalami kekalahan pertama di kompetisi ini. Namun, saya tetap percaya kepada tim dan para pemain untuk bangkit dalam pertandingan besar melawan Persija,” ujar Marcos.

Ia menilai Persija memiliki kualitas pemain dan organisasi permainan yang patut diwaspadai. Kecepatan dalam transisi serta tekanan setelah kehilangan bola menjadi beberapa aspek yang harus diantisipasi Arema.

“Kami mengetahui bahwa Persija memiliki pemain-pemain yang mampu melakukan transisi dengan sangat baik. Mereka juga memiliki tekanan yang kuat setelah kehilangan bola serta organisasi permainan yang bagus,” ungkapnya.

Kedua tim kini sama-sama membutuhkan kemenangan untuk memperbaiki hasil pertandingan sebelumnya. Persija memiliki keuntungan bermain di kandang, sedangkan Arema berusaha memanfaatkan catatan pertemuan sebelumnya sebagai modal menghadapi tuan rumah.

EW
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update