Poltesa Salurkan Mesin Pemipil Jagung untuk BUMDes Mutiara Bentunai di Sambas
kalbartimes.com – Politeknik Negeri Sambas (Poltesa) menyalurkan bantuan teknologi tepat guna berupa mesin pemipil jagung kepada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mutiara Bentunai di Desa Bentunai, Kecamatan Selakau, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.
Bantuan melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) tersebut ditujukan untuk membantu meningkatkan produktivitas pengolahan hasil panen sekaligus mempermudah pekerjaan petani dan pengelola BUMDes, terutama saat musim panen raya.
Kegiatan ini didanai melalui DIPA Internal Poltesa tahun 2026. Penyaluran mesin tersebut menjadi salah satu upaya perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi teknologi yang dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat desa.
Ketua Tim PKM, Irma Fahrizal Butsi Ningsih, menjelaskan bahwa keterbatasan peralatan selama ini menjadi kendala dalam proses pemipilan jagung. Pelepasan biji dari tongkol masih mengandalkan peralatan manual sehingga membutuhkan waktu lebih lama dan tenaga kerja lebih banyak ketika hasil panen meningkat.
“Dampak keterbatasan alat ini turut merembet ke sektor penyimpanan. Membludaknya hasil panen membuat jagung harus mengantri lama untuk dipipil. Akibatnya, sebagian besar hasil panen terpaksa disimpan dalam bentuk utuh bertongkol, yang otomatis menuntut kapasitas gudang atau ruang simpan yang jauh lebih luas,” kata Ketua Tim PKM, Irma Fahrizal Butsi Ningsih.
Menurutnya, antrean pemipilan dapat memperlambat penanganan pascapanen dan distribusi hasil pertanian. Penyimpanan jagung bertongkol dalam waktu lama juga berisiko memengaruhi kualitas biji apabila kondisi penyimpanannya tidak memadai.
Mesin Pemipil Diharapkan Tingkatkan Efisiensi Pascapanen
Untuk menjawab persoalan tersebut, tim PKM Poltesa menghadirkan mesin pemipil jagung sebagai alternatif pengolahan yang lebih efisien.
Selain Irma Fahrizal Butsi Ningsih sebagai ketua, tim pelaksana terdiri atas Budi Setiawan dan Romabon. Program ini juga melibatkan mahasiswa aktif, yakni Abdul Halim, Dhimas Pranata, dan Muhamad Hanafi.
"Inovasi ini diharapkan tidak hanya meringankan beban operasional BUMDes Mutiara Bentunai, tetapi juga mampu menjaga kualitas dan mutu biji jagung agar tetap bernilai tinggi di pasar," katanya.
Penggunaan mesin tersebut diharapkan dapat mempercepat pemisahan biji jagung dari tongkol, mengurangi beban kerja manual, serta membantu pengelola menangani hasil panen dalam jumlah lebih besar.
Dengan proses pemipilan yang lebih efisien, pengelolaan pascapanen diharapkan menjadi lebih tertata sehingga hasil pertanian dapat segera memasuki tahap penyimpanan atau distribusi.
Poltesa Dorong Kerja Sama Berkelanjutan dengan BUMDes
Ketua BUMDes Mutiara Bentunai menyambut baik bantuan mesin pemipil jagung tersebut. Program ini dinilai dapat membantu mengatasi kendala pengolahan hasil panen yang kerap muncul ketika produksi meningkat.
Irma Fahrizal Butsi Ningsih berharap kerja sama antara Poltesa dan BUMDes Mutiara Bentunai dapat berlanjut melalui pendampingan, pertukaran gagasan, serta dukungan teknologi produktif lainnya.
Kolaborasi perguruan tinggi dan pengelola usaha desa diharapkan mampu memperkuat kapasitas pengolahan hasil pertanian serta mendukung pengembangan ekonomi masyarakat di Kabupaten Sambas.
