Sungai Kapuas Surut, Pertamina Optimalkan Tayan untuk Jaga Pasokan BBM Sintang
kalbartimes.com - Penyusutan muka air Sungai Kapuas membuat distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) menuju Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, perlu disesuaikan. Kondisi tersebut berdampak pada akses kapal pengangkut BBM menuju Fuel Terminal Sintang.
Untuk menjaga pasokan tetap berjalan, Pertamina Patra Niaga mengoptimalkan fasilitas penyangga di Tayan, Kabupaten Sanggau, sebagai salah satu titik suplai alternatif bagi Sintang dan wilayah sekitarnya.
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, mengatakan penyurutan Sungai Kapuas menjadi salah satu kendala pada jalur distribusi BBM melalui perairan.
“Kondisi Sungai Kapuas yang surut berdampak pada akses distribusi BBM melalui jalur sungai. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Pertamina telah menyiapkan alternatif distribusi melalui fasilitas penyangga di Tayan. Fasilitas ini terus kami optimalkan agar penyaluran BBM ke Sintang dan wilayah sekitarnya tetap berjalan sesuai kebutuhan,” ujar Kitty.
Distribusi BBM Dilakukan dari Tayan
Melalui fasilitas penyangga Tayan, BBM dapat dimuat langsung dari kapal ke mobil tangki. Selanjutnya, armada tersebut membawa BBM menuju SPBU sesuai kebutuhan dan kondisi distribusi di lapangan.
Skema direct loading tersebut memberikan fleksibilitas bagi Pertamina dalam menyesuaikan jalur distribusi ketika akses melalui Sungai Kapuas mengalami kendala. Penggunaan fasilitas Tayan juga membuat titik suplai lebih dekat dengan wilayah yang membutuhkan BBM.
Pertamina Patra Niaga juga terus memantau kondisi muka air Sungai Kapuas, kebutuhan BBM, serta perkembangan distribusi di lapangan. Koordinasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait dilakukan untuk memastikan penyaluran tetap berjalan aman dan lancar.
Pertamina Imbau Masyarakat Beli BBM Sesuai Kebutuhan
Kitty mengatakan BBM merupakan kebutuhan penting bagi mobilitas masyarakat maupun aktivitas perekonomian. Karena itu, Pertamina menyiapkan sejumlah alternatif distribusi untuk menjaga ketersediaan pasokan di tengah kondisi jalur logistik yang berubah.
“Kami memahami bahwa BBM merupakan kebutuhan penting bagi mobilitas masyarakat maupun aktivitas perekonomian. Oleh karena itu, Pertamina terus menyiapkan dan menjalankan berbagai alternatif distribusi dengan menyesuaikan kondisi lapangan agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. Kami juga mengimbau masyarakat untuk membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan,” tambah Kitty.
Sebelumnya, Terminal Penyangga Tayan juga telah dioptimalkan untuk memperkuat penyaluran BBM, khususnya Biosolar, ke wilayah hulu Kalimantan Barat. Fasilitas tersebut mulai dioperasikan sejak 8 September 2026 sebagai titik suplai tambahan.
Dengan kondisi Sungai Kapuas yang masih menjadi perhatian, Pertamina akan terus menyesuaikan pola distribusi berdasarkan kondisi akses logistik dan kebutuhan BBM di wilayah Sintang serta sekitarnya.
