Sabtu, 24 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Teknologi
Teknologi

Teknologi CCU Petrokimia Gresik Ubah Emisi Karbon Jadi Produk Bernilai Ekonomi

✍️ Eka Wulandari 🕒 17 Oct 2026 👁️ 8x dibaca
Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji.
Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji. Foto: istimewa

kalbartimes.com - Pemerintah mendorong pengembangan teknologi Carbon Capture and Utilization (CCU) untuk mendukung pengurangan emisi sekaligus meningkatkan nilai ekonomi sektor industri. Teknologi ini dinilai membuka peluang pemanfaatan karbon sebagai bahan baku produk yang memiliki nilai guna dan potensi komersial.

Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji mengatakan, proyek percontohan CCU di Petrokimia Gresik menjadi salah satu langkah untuk membuktikan bahwa penerapan teknologi rendah karbon dapat berjalan beriringan dengan produktivitas industri.

Pernyataan tersebut disampaikan Sarmuji setelah menghadiri penandatanganan amandemen kedua nota kesepahaman proyek percontohan pengurangan emisi di industri petrokimia di Gresik, Jumat (16/10/2026).

“Dari percontohan CCU itu, pertama pasti terjadi penurunan emisi, ada dekarbonisasi. Tapi yang lebih hebat lagi, menghasilkan manfaat produk yang secara ekonomi juga bisa menghasilkan,” kata Sarmuji.

Salah satu produk yang dihasilkan melalui proyek tersebut adalah soda abu (soda ash). Menurut Sarmuji, pemanfaatan teknologi CCU untuk menghasilkan produk itu menunjukkan potensi penggabungan upaya pengurangan emisi dengan penciptaan nilai tambah ekonomi.

CCU Jadi Alternatif Teknologi Industri Rendah Karbon

Teknologi CCU merupakan pendekatan yang memanfaatkan karbon yang ditangkap untuk diolah atau digunakan kembali dalam proses maupun produk tertentu. Penerapannya berpotensi mengurangi emisi yang dilepaskan ke atmosfer, bergantung pada desain teknologi dan keseluruhan proses industrinya.

Selama ini, investasi untuk mengurangi emisi kerap dipandang sebagai tambahan biaya oleh pelaku usaha. Karena itu, kelayakan teknologi menjadi salah satu faktor penting agar proses dekarbonisasi dapat diterapkan tanpa menimbulkan beban berlebihan bagi industri.

Melalui proyek percontohan di Petrokimia Gresik, pemerintah ingin melihat sejauh mana teknologi CCU dapat memberikan manfaat lingkungan sekaligus menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi.

Sarmuji menegaskan, pemerintah berencana memperluas pemanfaatan teknologi tersebut setelah melalui evaluasi. Petrokimia Gresik diharapkan menjadi pelopor pengembangan CCU di sektor industri nasional.

“Ini, insyaallah, akan kita sebarluaskan dan ini akan menjadi sejarah bagi Petrokimia Gresik sebagai industri yang menjadi pionir bagi penerapan CCU,” ujarnya.

Penerapan Skala Industri Masih Bergantung pada Evaluasi

Pengembangan CCU tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknologi dalam mengurangi emisi. Pemerintah juga mempertimbangkan kelayakan teknis, biaya investasi, serta manfaat ekonomi yang dapat diperoleh perusahaan.

Jika penerapan dalam skala industri terbukti layak dan tidak membebani pelaku usaha secara berlebihan, pemerintah membuka kemungkinan menjadikan teknologi tersebut sebagai bagian dari kebijakan dekarbonisasi yang lebih luas.

“Kalau nanti terbukti ini bisa menjadi skala industri, artinya tidak memberikan beban yang berat bagi industri, kita bisa wajibkan suatu saat. Kita akan punya road map ke sana,” kata Sarmuji.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa penerapan CCU secara lebih luas masih bergantung pada hasil pembuktian dan evaluasi proyek percontohan. Pemerintah belum menyatakan bahwa kewajiban penerapan teknologi tersebut telah diberlakukan.

Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero), Rahmad Pribadi, menyatakan dukungan terhadap pengembangan teknologi hijau sebagai bagian dari agenda pengurangan emisi. Perusahaan juga akan mengkaji aspek keekonomian sebelum CCU dikembangkan dari tahap percontohan menuju penggunaan komersial.

“Teknologi hijau ini sudah terbukti bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan hal yang bermanfaat,” ujar Rahmad.

Pengembangan teknologi CCU di industri petrokimia diharapkan menjadi salah satu pilihan dalam mendorong transformasi industri rendah karbon. Meski demikian, keberhasilan penerapannya dalam skala lebih besar tetap membutuhkan pembuktian manfaat lingkungan, kesiapan teknologi, serta perhitungan ekonomi yang memadai.

EW
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update