Luas Karhutla Bengkayang Tembus 1.596 Hektare, Asap Selimuti 17 Kecamatan hingga ISPU Berbahaya
KalbarTimes.com — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, telah melahap area seluas 1.596,15 hektare sepanjang periode Januari hingga September 2026. Angka tersebut mencatatkan Bengkayang sebagai wilayah dengan luasan karhutla terbesar keenam di Kalimantan Barat, yang juga memicu lonjakan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) hingga menyentuh angka 676 atau masuk kategori berbahaya.
Dampak kepungan asap akibat kebakaran lahan ini dirasakan merata di seluruh 17 kecamatan yang ada di Kabupaten Bengkayang, sehingga mengganggu kualitas udara serta aktivitas keseharian warga.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bengkayang Dwi Berta Meiliani menyampaikan data tersebut dalam rapat evaluasi penanganan tanggap darurat bencana asap di Bengkayang, Selasa (15/9/2026).
"Dari 14 kabupaten/kota di Kalimantan Barat, luas karhutla di Bengkayang menempati urutan keenam terbesar," kata Dwi.
Terdeteksi 2.249 Titik Api dan Langkah Penanganan
Sepanjang Januari hingga 13 September 2026, BPBD Bengkayang mendeteksi sebanyak 2.249 titik api yang tersebar di berbagai wilayah. Guna menekan angka pemusatan titik panas, tim gabungan terus menggencarkan pemantauan harian, patroli terpadu, pemadaman, hingga pendinginan di lokasi kebakaran.
- Ketat Tata Kelola Agraria, RUU Baru Atur Penyitaan Lahan Telantar dan Tempatkan Gubernur Sebagai Kepala BRAN Daerah
- Usut 3,6 Ribu Hektare Lahan Terbakar, Kemenhut Proses 31 Kasus Karhutla dan Ancam Bekukan Izin PBPH
- Sebelum Tayang di Indonesia, Film Laut Bercerita Siap Tayang Perdana dan Berkompetisi di BIFF 2026
Pemerintah daerah bersama dinas terkait juga memperkuat koordinasi lintas sektor, menyosialisasikan larangan membakar lahan kepada warga dan perusahaan perkebunan, serta membagikan masker dan bantuan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak kabut asap.
Patroli Terpadu dan Temuan Kebakaran di Lahan HGU
Kendati tren titik panas (hotspot) dalam beberapa hari terakhir mulai menunjukkan penurunan drastis, langkah pencegahan di lapangan tetap diperketat. Perwakilan Manggala Agni Bengkayang, Verry Andrias, mengungkapkan pihaknya bersama Masyarakat Peduli Api (MPA) tengah menggelar Patroli Terpadu Batas Negeri selama 10 hari sebagai bagian dari deteksi dini kebencanaan.
Dalam kegiatan pemantauan di lapangan, tim gabungan sempat menemukan titik kebakaran yang berlokasi di area perkebunan Kecamatan Monterado.
"Dalam pemantauan lapangan, tim menemukan karhutla di Kecamatan Monterado yang berada di lahan hak guna usaha (HGU) milik PT MAGP yang saat ini sudah tidak beroperasi," ujarnya.
