Kamis, 05 Nov 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Daerah
Daerah

16 Hotspot Terdeteksi di Kalbar, BMKG Ingatkan Potensi Karhutla

✍️ Eka Wulandari 🕒 05 Nov 2026 👁️ 1x dibaca
Peta sebaran titik kemudahan terjadi karhutla di Kalbar.
Peta sebaran titik kemudahan terjadi karhutla di Kalbar. Foto: istimewa

kalbartimes.com – Sebanyak 16 titik panas atau hotspot terdeteksi tersebar di sejumlah wilayah Kalimantan Barat dalam pemantauan satelit selama 24 jam terakhir. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena tingkat kerawanan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) diperkirakan berada pada kategori mudah hingga sangat mudah terbakar selama sepekan ke depan.

Kondisi cuaca yang relatif kering di beberapa wilayah berpotensi meningkatkan kerentanan vegetasi dan lahan gambut terhadap kebakaran. Kelembapan udara yang disebut mencapai 53 persen turut menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan.

Meski hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi, masyarakat diminta tidak lengah terhadap potensi munculnya titik api, terutama di kawasan yang memiliki riwayat kebakaran lahan.

Prakirawan BMKG Supadio Pontianak, Fitri, mengatakan sebagian besar wilayah Kalbar berpotensi mengalami hujan ringan pada siang hingga sore hari, Kamis (5/11/2026).

"Siang hingga sore hari, berpotensi terjadi hujan dengan intensitas ringan di sebagian besar wilayah Kalimantan Barat. Kemudian hujan dengan intensitas sedang diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Sambas, Bengkayang, Landak, Kayong Utara, dan Ketapang," ujar Fitri melalui RRI Pro 1 Pontianak.

BMKG juga mengingatkan kemungkinan hujan yang disertai cuaca ekstrem dalam durasi singkat.

"Perlu diwaspadai potensi hujan yang terjadi dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang berdurasi singkat," katanya.

Di tengah kondisi tersebut, masyarakat dan pelaku usaha diimbau tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Aktivitas pembakaran berisiko memicu kebakaran yang lebih luas, terutama ketika kondisi vegetasi dan lahan sedang kering.

Pengawasan di kawasan rawan juga perlu diperkuat untuk mencegah pembakaran lahan secara sengaja maupun tidak terkendali. Warga yang melihat kepulan asap dari kawasan hutan atau perkebunan diminta segera melaporkannya kepada petugas terkait.

Informasi sebaran titik panas dapat dipantau masyarakat melalui kanal resmi BMKG Kalimantan Barat.

Kewaspadaan bersama diperlukan agar potensi karhutla tidak berkembang menjadi kebakaran yang mengganggu lingkungan, kesehatan masyarakat, dan aktivitas ekonomi di Kalimantan Barat.

EW
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update