Kamis, 05 Nov 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Nasional
Nasional

Kemenkes Catat 401 Ribu Kasus ISPA di Wilayah Karhutla, Pontianak Ikut Terdampak

✍️ Eka Wulandari 🕒 05 Nov 2026 👁️ 2x dibaca
Kemenkes mencatat 401.586 kasus ISPA di tujuh provinsi terdampak karhutla. Sebanyak 91.913 kasus dialami balita usia 0–5 tahun.
Kemenkes mencatat 401.586 kasus ISPA di tujuh provinsi terdampak karhutla. Sebanyak 91.913 kasus dialami balita usia 0–5 tahun. Foto: istimewa

kalbartimes.com – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat sebanyak 401.586 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di tujuh provinsi yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dari total tersebut, 91.913 kasus dialami anak berusia di bawah lima tahun atau balita.

Data kumulatif itu dihimpun hingga 2 November 2026 pukul 16.00 WIB dan mencakup 63 kabupaten/kota. Pada tanggal yang sama, tercatat tambahan 3.906 kasus ISPA.

Juru Bicara Kemenkes, Widyawati, menyampaikan perkembangan tersebut dalam program Info Bencana Terkini BNPB di Jakarta, Rabu (4/11/2026).

Selain balita, kelompok anak usia 6–9 tahun juga mencatat angka kasus cukup tinggi, yakni 87.704 kasus. Sementara kelompok lanjut usia di atas 60 tahun mengalami 56.092 kasus.

Tujuh provinsi yang masuk dalam pemantauan tersebut meliputi Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Jambi, Riau, dan Sumatera Selatan.

Di Kalimantan Barat, Pontianak termasuk wilayah dengan jumlah penduduk terdampak yang cukup besar. Kemenkes juga mencatat kasus ISPA harian di provinsi ini sempat mencapai enam kasus berdasarkan pemantauan fasilitas pelayanan kesehatan.

Sementara itu, perkembangan kasus di daerah lain menunjukkan angka yang berfluktuasi. Riau, misalnya, sempat mencatat sekitar 23 kasus dalam sehari. Adapun Kalimantan Selatan mengalami kisaran nol hingga empat kasus harian.

Pemantauan kesehatan tidak hanya menyasar kelompok anak dan lansia. Kemenkes turut memperhatikan 590 ibu hamil, 1.530 penderita asma, serta 8.086 pekerja luar ruangan yang berisiko terpapar polusi akibat karhutla.

Kualitas Udara Sejumlah Wilayah Masih Mengkhawatirkan

Ancaman kesehatan akibat karhutla juga tercermin dari kondisi kualitas udara di sejumlah daerah. Berdasarkan data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) per 3 November 2026 pukul 09.00 WIB, dua kabupaten/kota masuk kategori berbahaya, sedangkan 15 daerah lainnya berada dalam kategori tidak sehat.

Kabupaten Kotawaringin Timur mencatat konsentrasi PM2.5 sebesar 580, sementara Kota Palangka Raya mencapai 348. Kedua wilayah tersebut masuk kategori berbahaya.

Kualitas udara tidak sehat juga terpantau di sejumlah daerah, antara lain Muara Jambi, Barito Selatan, Sukamara, Katingan, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Palembang, dan Bengkalis.

Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa paparan asap dan partikel polutan masih menjadi persoalan kesehatan di wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan.

Kemenkes Distribusikan 3,8 Juta Masker

Untuk mengurangi risiko kesehatan masyarakat, Kemenkes telah menyalurkan berbagai perlengkapan medis dan logistik ke tujuh provinsi terdampak.

Bantuan yang didistribusikan mencakup sekitar 3,8 juta masker, 280 konsentrator oksigen, 939 tabung oksigen, dan 41.000 pasang sarung tangan. Pemerintah juga menyalurkan alat pelindung diri, pembersih udara, makanan tambahan, obat-obatan, serta vitamin.

Dukungan pelayanan kesehatan disiapkan melalui 1.691 puskesmas, 360 rumah sakit rujukan, dan 87 laboratorium kesehatan masyarakat.

Khusus di Riau, pemerintah turut menyiapkan 10 rumah oksigen untuk membantu masyarakat yang membutuhkan dukungan oksigen akibat gangguan pernapasan.

Widyawati mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap dampak paparan asap, meskipun jumlah kasus di beberapa wilayah mulai menunjukkan penurunan.

Masyarakat di daerah terdampak diimbau menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, serta memantau perkembangan kualitas udara melalui kanal resmi.

Warga yang mengalami keluhan seperti batuk, sesak napas, maupun iritasi mata juga diminta segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan agar memperoleh pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

EW
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update