Selasa, 03 Nov 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Daerah
Daerah

Atasi Krisis Air Pertanian, 12 Titik Sumur Bor di Balikpapan Ditargetkan Rampung Akhir November

✍️ Albertus 🕒 03 Nov 2026 👁️ 0x dibaca
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Balikpapan, Sri Wahjuningsih.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Balikpapan, Sri Wahjuningsih. Foto: detik.com

12 Sumur Bor untuk Petani di Balikpapan Ditargetkan Rampung Akhir November

Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mengambil langkah cepat guna menyelamatkan sektor pertanian lokal yang terdampak cuaca ekstrem. Melalui instansi terkait, pemerintah daerah tengah menggenjot pengerjaan infrastruktur air bersih berupa pembuatan 12 sumur bor dangkal yang tersebar di sejumlah titik strategis wilayah setempat. Fasilitas vital ini diproyeksikan selesai sepenuhnya paling lambat pada penghujung bulan November ini guna memastikan ketersediaan pasokan air bagi para penggarap lahan pertanian dan pembudidaya ikan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Balikpapan, Sri Wahjuningsih, menjelaskan bahwa proyek darurat ini krusial untuk mengantisipasi penurunan produktivitas hasil tani akibat minimnya curah hujan. Dalam penjelasannya, beliau merinci bahwa seluruh proses pengerjaan saat ini sudah berjalan di lapangan demi mengejar target waktu yang telah ditetapkan.

"12 titik sumur bor dangkal ini semuanya sudah proses pekerjaan dan harus selesai pada minggu ketiga di bulan November. Itu dibangun dari BTT, tapi saya lupa angkanya," ujar Sri Wahjuningsih, Senin (2/11/2026).

Pembangunan fasilitas air ini didasarkan pada kebutuhan mendesak di lapangan. Berdasarkan data sektor pertanian regional, ratusan hektare kawasan pertanian di berbagai wilayah mengalami kekeringan parah akibat minimnya pasokan air tadah hujan. Kondisi tersebut memicu penurunan drastis pada hasil panen sayur-mayur, yang secara langsung berdampak pada lonjakan harga komoditas pangan di sejumlah pasar tradisional di Balikpapan.

Pemerintah berharap kehadiran sumur bor dangkal ini mampu menjadi solusi jangka pendek yang efektif dalam menekan biaya operasional petani. Selama ini, para petani kerap kesulitan mendapatkan air bersih untuk menyiram tanaman holtikultura mereka saat musim kemarau panjang melanda. Dengan adanya sumur bor dan fasilitas pendukung berupa tandon air, aktivitas penyiraman lahan tidak lagi bergantung sepenuhnya pada faktor cuaca atau aliran air sungai yang sering kali mengering.

Distribusi pembangunan titik-titik sumur bor tersebut disesuaikan dengan tingkat konsentrasi kelompok tani yang paling membutuhkan. Dari total 12 titik yang dikerjakan, mayoritas dialokasikan untuk sektor pertanian darat, sementara sebagian kecil lainnya dialokasikan untuk mendukung sektor perikanan darat.

"Sumur bor untuk pertanian tersebar di wilayah timur sekitar sembilan titik, dan dua titik wilayah utara," tambahnya memperinci sebaran lokasi proyek tersebut. Sementara satu titik sisanya difokuskan untuk kelompok pembudidaya ikan guna menjaga kestabilan produktivitas sektor perikanan air tawar di tengah tantangan iklim.

Dalam skema pelaksanaan proyek ini, Pemkot Balikpapan menerapkan pola bantuan sarana tanpa mengambil alih kepemilikan aset lahan. Infrastruktur sumur bor beserta tandon penyimpanan air dibangun secara langsung di atas tanah milik kelompok tani penerima manfaat. Kebijakan ini diambil agar fasilitas tersebut dapat langsung dikelola secara swadaya dan berkelanjutan oleh masyarakat setempat tanpa hambatan administratif yang rumit.

"Kalau lahannya punya kelompok tani. Bantuan kami dalam bentuk sumur bor beserta tandon yang siap dimanfaatkan oleh kelompok tani disekitarnya," pungkas Sri Wahjuningsih.

Langkah taktis Pemkot Balikpapan ini mendapatkan sambutan positif dari para pelaku usaha tani. Mereka menilai kehadiran infrastruktur sumur bor dangkal ini memberikan rasa aman dalam merencanakan masa tanam berikutnya tanpa harus merasa cemas menghadapi ancaman kegagalan panen akibat kekeringan berkepanjangan. Pemerintah berkomitmen untuk terus memantau proses pengerjaan fisik di lapangan agar target penyelesaian pada akhir November dapat tercapai secara optimal demi kesejahteraan petani di Kota Balikpapan.

A
AlbertusEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update