Ekonomi Kalbar Tumbuh 5,24 Persen pada Triwulan III 2026
kalbartimes.com – Perekonomian Kalimantan Barat (Kalbar) mencatat pertumbuhan sebesar 5,24 persen secara tahunan pada triwulan III 2026. Meski masih tumbuh positif, laju ekonomi daerah secara triwulanan mengalami perlambatan dengan pertumbuhan sebesar 0,90 persen.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalbar, Much Saichudin, menyampaikan data tersebut dalam Berita Resmi Statistik pada 5 November 2026. Sementara secara kumulatif sejak Januari hingga September 2026, ekonomi Kalbar tumbuh 5,66 persen.
Dari sisi lapangan usaha, pertanian masih menjadi sektor dengan kontribusi terbesar terhadap perekonomian Kalbar. Posisi berikutnya ditempati industri pengolahan, perdagangan, dan konstruksi.
Adapun pertumbuhan tertinggi secara triwulanan terjadi pada sektor jasa kesehatan yang mencapai 6,78 persen. Sejumlah sektor lain, seperti jasa perusahaan dan pengadaan listrik, juga mencatat pertumbuhan.
Di sisi lain, sektor administrasi pemerintahan serta transportasi mengalami kontraksi selama triwulan III 2026.
Berdasarkan komponen pengeluaran, konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama struktur ekonomi Kalbar. Selanjutnya, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) turut memberikan kontribusi, yang mencerminkan aktivitas investasi di daerah.
BPS juga mencatat perkembangan positif pada sejumlah indikator produksi dan aktivitas ekonomi. Beberapa di antaranya adalah peningkatan jumlah pasien di fasilitas kesehatan, produksi padi, minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO), listrik, serta kendaraan.
Meski demikian, perkembangan harga masih menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Inflasi Kalbar pada September 2026 tercatat sebesar 0,79 persen secara bulanan, sedangkan secara tahunan mencapai 4,35 persen.
Dari sisi nilai ekonomi, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kalbar pada triwulan III 2026 berdasarkan harga berlaku mencapai Rp91,87 triliun. Sementara itu, PDRB atas dasar harga konstan 2010 tercatat sebesar Rp45,25 triliun.
Pertumbuhan tahunan sebesar 5,24 persen dan capaian kumulatif 5,66 persen menunjukkan perekonomian Kalbar tetap bergerak positif. Namun, perlambatan pertumbuhan secara triwulanan serta tekanan inflasi menjadi sejumlah indikator yang perlu dicermati dalam perkembangan ekonomi daerah.
