Kemarau Panjang, Warga Pesisir Polman Terima Bantuan 5.000 Liter Air Bersih
kalbartimes.com – Kemarau panjang menyebabkan warga pesisir Kampung Nelayan, Dusun Bajoe, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, mengalami kesulitan memperoleh air bersih.
Untuk membantu memenuhi kebutuhan warga, DPD Partai NasDem Kabupaten Polman menyalurkan bantuan sebanyak 5.000 liter air bersih secara gratis pada Sabtu (7/11/2026).
Bantuan tersebut diangkut menggunakan satu mobil tangki berkapasitas 5.000 liter. Penyaluran dilakukan langsung dari rumah ke rumah agar masyarakat yang membutuhkan dapat memperoleh air.
Kegiatan ini dipimpin Ketua DPD NasDem Polman, Imam Singkarru, bersama anggota DPRD Muh. Syarwan dan Nur Hasan serta sejumlah kader partai.
Kesulitan air bersih di Dusun Bajoe terjadi setelah sejumlah sumur milik warga mengering akibat kemarau berkepanjangan. Kondisi tersebut membuat masyarakat harus mencari sumber air alternatif untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Salah seorang warga, Hadira, mengatakan sumur di lingkungannya tidak lagi menghasilkan air meskipun sudah digali hingga beberapa meter.
Warga pun terpaksa meminta air dari sumur tetangga yang masih memiliki persediaan. Bantuan air dari pihak lain terkadang juga datang, tetapi tidak semuanya dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan konsumsi.
Ketua DPD NasDem Polman, Imam Singkarru, mengatakan penyaluran bantuan tersebut merupakan respons atas keluhan masyarakat yang terdampak kekeringan.
Menurutnya, musim kemarau tahun ini berlangsung lebih panjang dibandingkan kondisi yang biasanya terjadi. Hujan yang umumnya mulai turun pada Oktober belum juga datang hingga awal November.
Imam menyampaikan, berdasarkan perkiraan cuaca yang diterimanya, kondisi kemarau berpotensi berlanjut hingga November atau Desember.
Karena itu, bantuan air bersih diharapkan dapat mengurangi kesulitan warga, terutama masyarakat pesisir yang menghadapi keterbatasan sumber air untuk kebutuhan sehari-hari.
Penyaluran tersebut menjadi salah satu bentuk bantuan darurat bagi warga selama kekeringan berlangsung. Dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak juga dibutuhkan agar kebutuhan air bersih masyarakat di wilayah terdampak tetap terpenuhi.
