MTQBB 2026 di Kuching Jadi Momentum Pererat Hubungan Antarkota Se-Borneo
kalbartimes.com – Majelis Tilawah Al-Quran Bandaraya Se-Borneo (MTQBB) 1448 H/2026 M di Kuching, Sarawak, Malaysia, tidak hanya menjadi ajang kompetisi tilawah dan hafazan Al-Quran. Kegiatan tersebut juga diharapkan memperkuat silaturahmi serta kerja sama antarkota di Pulau Borneo.
Ketua Umum LPTQ Provinsi Kalimantan Barat, Brigjen Pol. (Purn.) Drs. H. Andi Musa, S.H., M.H., menyampaikan hal tersebut saat menyerahkan undangan MTQBB 2026 kepada Wali Kota Pontianak, Selasa (6/10).
Dalam pertemuan itu, Andi Musa menyampaikan bahwa Wali Kota Pontianak dijadwalkan menghadiri peresmian MTQBB di Kuching. Kehadiran tersebut juga bertepatan dengan agenda pertemuan wali kota se-Borneo.
“Insya Allah Bapak Wali Kota Pontianak akan hadir pada acara peresmian MTQBB di Kuching. Kehadiran beliau juga bertepatan dengan agenda pertemuan wali kota se-Borneo,” ujar Andi Musa.
MTQBB 1448 H/2026 M dijadwalkan berlangsung pada 26–29 Oktober 2026 di Kuching. Kegiatan ini diselenggarakan Majlis Islam Sarawak bersama Dewan Bandaraya Kuching Utara (DBKU).
Menurut Andi Musa, kehadiran Wali Kota Pontianak memiliki makna lebih luas daripada sekadar memberikan dukungan kepada peserta Indonesia. Momentum tersebut juga menjadi kesempatan mempererat hubungan antarpemerintah kota dan masyarakat di kawasan Borneo.
Terlebih, MTQBB tahun ini melibatkan peserta dari sejumlah wilayah di Pulau Borneo, termasuk lima provinsi di Indonesia, yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Utara.
Sebanyak 16 peserta dari lima provinsi tersebut akan mengikuti cabang tilawah dan hafazan Al-Quran. Kalimantan Barat mengirim empat peserta, Kalimantan Timur empat peserta, Kalimantan Selatan empat peserta, Kalimantan Tengah tiga peserta dan Kalimantan Utara satu peserta.
MTQBB Jadi Ruang Silaturahmi Masyarakat Borneo
Andi Musa menegaskan MTQBB tidak seharusnya dipandang hanya sebagai perlombaan membaca dan menghafal Al-Quran. Menurutnya, kegiatan tersebut juga membuka ruang pertemuan bagi masyarakat dan pemimpin dari berbagai wilayah di Borneo.
“Ini bukan hanya soal perlombaan. Ada silaturahmi, persaudaraan dan semangat membangun hubungan yang lebih erat di antara masyarakat Borneo,” katanya.
Ia menyebut kedekatan geografis dan budaya masyarakat Borneo menjadi modal penting untuk memperkuat hubungan melalui berbagai kegiatan, termasuk bidang keagamaan, sosial dan kebudayaan.
Rangkaian MTQBB 2026 akan mencakup Bicara Mufti Se-Borneo, Tilawah Al-Quran, Hafazan Al-Quran, peresmian serta malam penyampaian hadiah.
Acara peresmian dijadwalkan berlangsung Selasa malam, 27 Oktober 2026, di Dewan Kompleks Islam Sarawak dan akan dilakukan oleh Premier Sarawak.
Sementara itu, penutupan sekaligus pengumuman keputusan MTQ dan Hafazan Al-Quran Se-Borneo dijadwalkan pada Kamis malam, 29 Oktober 2026. Penyampaian hadiah akan disempurnakan oleh Yang di-Pertua Negeri Sarawak.
16 Peserta Wakili Kalimantan
Andi Musa turut mengapresiasi para Ketua Umum LPTQ dari seluruh provinsi di Kalimantan yang telah mengikutsertakan peserta terbaik dalam MTQBB 2026.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kebersamaan para Ketua Umum LPTQ se-Kalimantan. Mudah-mudahan anak-anak kita dapat memberikan penampilan terbaik dan membawa nama baik Kalimantan serta Indonesia,” ujarnya.
Keikutsertaan 16 peserta tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan prestasi, tetapi juga menjadi pengalaman bagi para peserta untuk memperkuat pembinaan Al-Quran di daerah masing-masing.
Andi Musa pun meminta dukungan masyarakat agar seluruh rangkaian kegiatan di Kuching dapat berlangsung lancar dan peserta Indonesia mampu memberikan penampilan terbaik.
“Mohon doa kita semua agar seluruh rangkaian MTQBB berjalan lancar dan anak-anak kita diberikan kemudahan serta mampu meraih prestasi terbaik,” tuturnya.
