Rais Syuriah PWNU Kalbar Bantah Hadiri Halaqoh Kebangsaan di MPR RI
kalbartimes.com – Rais Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Kalimantan Barat, Isma'il Ghofur, membantah informasi yang menyebut dirinya menghadiri kegiatan Halaqoh Kebangsaan dan Silaturrahmi Alumni Ikapete di MPR RI pada 8 Agustus 2026.
Isma'il menegaskan bahwa dirinya tidak mengikuti kegiatan tersebut, baik secara rombongan maupun secara mandiri. Klarifikasi itu disampaikan untuk meluruskan informasi yang beredar mengenai kehadirannya dalam kegiatan tersebut.
Bantahan serupa disampaikan Rais Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Kayong Utara, Nazril Hijar.
Nazril menjelaskan, pada 8 Agustus 2026 dirinya berada di Kabupaten Kayong Utara untuk menghadiri penutupan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) ke-34 Provinsi Kalimantan Barat.
Ia juga menegaskan bahwa keikutsertaannya dalam kegiatan Muktamar NU berlangsung pada 27–31 Agustus 2026, sesuai jadwal yang telah ditetapkan panitia.
Klarifikasi kedua tokoh tersebut muncul di tengah dinamika Muktamar NU dan pembahasan mengenai sejumlah agenda yang berkaitan dengan kegiatan organisasi.
Dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu (10/10/2026), keduanya menekankan pentingnya menjaga kehormatan organisasi serta memastikan proses pengambilan keputusan di lingkungan NU berjalan sesuai prinsip musyawarah, transparansi, dan mekanisme organisasi.
“Demi marwah NU, kami tidak ingin terlibat dalam agenda yang dapat menimbulkan polemik dan mempertanyakan integritas proses Muktamar. NU adalah amanah besar yang harus dijaga kehormatan dan martabatnya,” dikutip dari keterangan yang diterima, Jakarta, Sabtu (10/10/2026).
Klarifikasi tertulis tersebut diharapkan dapat meluruskan informasi mengenai kehadiran Isma'il Ghofur dan Nazril Hijar dalam kegiatan pada 8 Agustus 2026.
Sementara itu, informasi mengenai tujuan dan agenda pertemuan tersebut masih perlu dikonfirmasi kepada pihak-pihak terkait agar pemberitaan memberikan gambaran yang utuh dan berimbang.
