Selasa, 03 Nov 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Daerah
Daerah

BPBD Sanggau Usulkan Drone dan Mobil Pemadam untuk Tangani Karhutla

✍️ Eka Wulandari 🕒 28 Oct 2026 👁️ 4x dibaca
Kepala BPBD Kabupaten Sanggau, Didit Richardi didampingi Sekretarisnya, Budi Darmawan.
Kepala BPBD Kabupaten Sanggau, Didit Richardi didampingi Sekretarisnya, Budi Darmawan. Foto: istimewa

kalbartimes.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sanggau mengusulkan pengadaan sejumlah sarana dan prasarana untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kebutuhan tersebut mencakup drone pemantau titik api, mobil pemadam taktis, sepeda motor trail, hingga alat pengukur kualitas udara.

Pengadaan itu diusulkan menggunakan Bantuan Presiden (Banpres) Penanganan Karhutla 2026 dengan total anggaran Rp10 miliar. Dana tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi BPBD, tetapi juga Dinas Kesehatan dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) melalui unit Pemadam Kebakaran (Damkar).

Kepala Pelaksana BPBD Sanggau, Didit Richardi, mengatakan pembagian anggaran untuk ketiga organisasi perangkat daerah (OPD) tersebut belum ditetapkan. Pemerintah daerah masih akan membahas kebutuhan masing-masing instansi sebelum menentukan alokasi dana.

“Pembagiannya berdasarkan dari tiga usulan OPD tersebut. Nanti akan dirapatkan yang dipimpin Sekda, baru ditentukan pembagiannya,” kata Didit, Selasa (27/10/2026).

Salah satu kebutuhan prioritas BPBD Sanggau adalah satu unit drone untuk memantau titik api dan membantu memetakan luasan lahan yang terbakar. Perangkat tersebut dinilai penting untuk mendukung pemantauan dari udara, terutama ketika petugas harus menangani kebakaran di wilayah yang sulit dijangkau.

Saat ini, BPBD Sanggau belum memiliki drone untuk menunjang kegiatan pemantauan karhutla.

Selain perangkat pemantauan, BPBD mengusulkan satu unit mobil taktis pemadam kebakaran yang dilengkapi tangki air, selang, dan pompa. Kendaraan tersebut diharapkan dapat mempercepat mobilisasi personel sekaligus mengurangi waktu persiapan sebelum petugas menuju lokasi kebakaran.

Didit menjelaskan, selama ini BPBD hanya mengandalkan dua mobil pikap untuk mengangkut peralatan pemadaman. Satu kendaraan membawa selang dan pompa, sedangkan kendaraan lainnya digunakan untuk mengangkut tandon air.

Keterbatasan tersebut membuat petugas harus menyiapkan dan memindahkan berbagai perlengkapan terlebih dahulu sebelum melakukan pemadaman.

“Masyarakat tidak tahu kalau BPBD minim sarpras. Bayangkan dengan keadaan seperti itu kita masih bisa memadamkan api. Jadi lebih baik satu kendaraan itu, ada tangki, selang, pompa. Kita bisa langsung berangkat. Selama ini tenaga kita banyak terbuang untuk mengangkut itu,” ungkapnya.

BPBD Sanggau juga mengusulkan satu unit ambulans yang dilengkapi tabung oksigen untuk menunjang pelayanan kegawatdaruratan di posko karhutla. Menurut Didit, ambulans milik Dinas Kesehatan maupun RSUD lebih banyak digunakan untuk pelayanan medis umum sehingga tidak selalu tersedia untuk bersiaga di posko BPBD.

Untuk memperluas jangkauan pemantauan, BPBD turut mengajukan enam unit sepeda motor trail. Kendaraan tersebut dibutuhkan agar personel dapat menjangkau titik panas atau hotspot di kawasan yang sulit dilalui kendaraan roda empat.

Kebutuhan lain yang masuk dalam usulan adalah satu unit mobil tangki air untuk membantu distribusi air bersih bagi masyarakat yang mengalami kekeringan. Selama ini, keterbatasan kendaraan pengangkut air menjadi salah satu kendala dalam merespons kebutuhan warga.

BPBD juga mengusulkan satu unit alat pengukur kualitas udara yang dilengkapi layar informasi. Perangkat itu direncanakan ditempatkan di posko Tim Reaksi Cepat (TRC), dengan layar menghadap jalan raya agar masyarakat dapat melihat informasi kualitas udara secara langsung.

“Jadi masyarakat bisa langsung melihat kualitas udara. Selama ini orang bertanya ke BPBD soal kualitas udara, kami tak bisa jawab. Nanti akan ditempatkan di TRC, display menghadap ke jalan,” kata Didit.

Seluruh kebutuhan tersebut masih berupa usulan dan menunggu pembahasan bersama OPD terkait. BPBD Sanggau berharap penguatan sarana dan prasarana dapat meningkatkan kesiapsiagaan petugas, mempercepat respons di lapangan, serta mendukung penanganan karhutla dan kebutuhan masyarakat terdampak kekeringan.

EW
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update