Selasa, 03 Nov 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Nasional
Nasional

Kemenag Terbitkan Edaran Salat Istisqa, Masyarakat Diimbau Berdoa Memohon Hujan

✍️ Eka Wulandari 🕒 26 Oct 2026 👁️ 5x dibaca
Kemenag menerbitkan Surat Edaran Nomor 8 Tahun 2026 tentang salat Istisqa untuk merespons kekeringan dan karhutla serta mengajak masyarakat menjaga lingkungan.
Kemenag menerbitkan Surat Edaran Nomor 8 Tahun 2026 tentang salat Istisqa untuk merespons kekeringan dan karhutla serta mengajak masyarakat menjaga lingkungan. Foto: istimewa

kalbartimes.com – Kementerian Agama (Kemenag) menerbitkan surat edaran tentang pelaksanaan salat Istisqa atau salat memohon turunnya hujan sebagai respons terhadap kekeringan, keterbatasan air, dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah daerah di Indonesia.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Nomor 8 Tahun 2026 yang ditetapkan pada Jumat (23/10/2026). Melalui edaran ini, umat Islam di wilayah yang membutuhkan hujan diimbau melaksanakan salat Istisqa.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad, menjelaskan bahwa surat edaran tersebut menjadi panduan bagi jajaran Kemenag dan masyarakat dalam menyelenggarakan salat Istisqa.

Imbauan itu ditujukan kepada kantor wilayah Kemenag, Kantor Urusan Agama (KUA), penyuluh agama, pengurus masjid, hingga majelis taklim di seluruh Indonesia.

Kemenag juga menekankan bahwa ikhtiar spiritual perlu disertai tindakan nyata untuk menjaga lingkungan dan mengurangi risiko bencana.

Masyarakat Diimbau Hemat Air dan Cegah Karhutla

Melalui surat edaran tersebut, Kemenag mengajak masyarakat memperbanyak istighfar, bersedekah, menghemat penggunaan air, menjaga kelestarian alam, serta berperan aktif mencegah kebakaran hutan dan lahan.

Masyarakat diharapkan menggunakan air secara bijak dan menjaga sumber air, terutama di wilayah yang mengalami kekeringan. Warga juga diminta menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

Di sisi lain, penanganan karhutla tetap membutuhkan upaya teknis, pemantauan titik api, dan koordinasi dengan instansi berwenang.

Kemenag meminta penyuluh agama dan lembaga dakwah turut menyosialisasikan pelaksanaan salat Istisqa serta pentingnya menjaga lingkungan melalui pengajian, khutbah, penyuluhan, dan kegiatan keagamaan lainnya.

Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag, Muchlis Muhammad Hanafi, juga menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat mengenai tata cara salat Istisqa dan kepedulian terhadap kelestarian alam.

Ini Panduan Waktu dan Tempat Salat Istisqa

Dalam surat edaran tersebut, Kemenag memberikan panduan mengenai waktu, lokasi, dan tata cara pelaksanaan salat Istisqa.

Berikut sejumlah ketentuan yang dicantumkan dalam materi edaran:

  • Waktu: Dianjurkan pada pagi hari setelah matahari terbit dan meninggi hingga sebelum Zuhur. Waktu lain yang sesuai juga dapat digunakan, termasuk setelah salat Jumat.

  • Tempat: Lapangan atau tempat terbuka menjadi pilihan utama. Masjid atau tempat layak lainnya dapat digunakan jika kondisi tidak memungkinkan.

  • Pengumuman: Pengurus masjid dan penyelenggara dianjurkan menyampaikan informasi beberapa hari sebelum pelaksanaan agar masyarakat dapat mempersiapkan diri.

  • Tata cara: Salat dilakukan dua rakaat secara berjemaah tanpa azan dan ikamah, disertai khutbah, istighfar, serta doa sesuai panduan yang berlaku.

Penyuluh agama dan pengurus masjid diharapkan membantu masyarakat memahami panduan tersebut agar pelaksanaan salat Istisqa berjalan tertib.

Ikhtiar Spiritual Berjalan Bersama Kepedulian Lingkungan

Kemenag menempatkan salat Istisqa sebagai salah satu bentuk ikhtiar spiritual umat Islam untuk memohon hujan kepada Allah SWT. Namun, masyarakat juga diajak mengambil langkah konkret dalam menghadapi kekeringan dan karhutla.

Penghematan air, perlindungan sumber air, serta pencegahan kebakaran menjadi bagian dari upaya bersama untuk mengurangi dampak bencana.

Melalui surat edaran tersebut, Kemenag berharap masyarakat di daerah yang membutuhkan hujan dapat melaksanakan salat Istisqa sekaligus memperkuat kepedulian terhadap lingkungan.

EW
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update