Musda VI Golkar Sekadau Resmi Digelar: Konsolidasi Internal dan Regenerasi Kepemimpinan Jadi Fokus Utama
SEKADAU — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Sekadau secara resmi menyelenggarakan Musyawarah Daerah (Musda) ke-VI. Agenda politik penting tingkat kabupaten ini dipusatkan di Aula Gedung Penanjung Island, Kecamatan Sekadau Hilir, pada Minggu (1/11/2026). Mengusung tema besar “Suara Rakyat Suara Golkar, Golkar Solid Indonesia Maju”, forum strategis tersebut diproyeksikan sebagai langkah krusial untuk melakukan konsolidasi organisasi secara menyeluruh, merumuskan program kerja jangka panjang, sekaligus menentukan arah nakhoda baru kepengurusan DPD Golkar Kabupaten Sekadau untuk periode masa bakti 2026–2030.
Pelaksanaan Musda VI ini dihadiri oleh jajaran petinggi partai dari tingkat provinsi hingga daerah. Beberapa tokoh penting yang tampak hadir di lokasi acara di antaranya Ketua DPD I Golkar Kalimantan Barat Ichfany, Ketua Harian DPD I Golkar Kalbar H. Prabasa Anantara, serta Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Golkar Kabupaten Sekadau, Fransiskus Ason. Selain jajaran internal partai beringin, kegiatan ini juga dihadiri oleh unsur perwakilan Pemerintah Kabupaten Sekadau, anggota legislatif dari Fraksi Golkar DPRD, para pimpinan organisasi sayap partai, serta perwakilan kader dan pengurus tingkat kecamatan dari berbagai wilayah di Kabupaten Sekadau.
Dalam perhelatan demokratis tingkat lokal ini, Ketua Panitia Musda VI, Zainal SH, memberikan penjelasan terkait latar belakang dan teknis penyelenggaraan acara. Menurutnya, pelaksanaan musyawarah daerah merupakan bagian dari kebutuhan organisasi untuk melakukan konsolidasi dan menyusun program kerja partai ke depan. Ia menambahkan bahwa forum ini memegang peranan vital untuk memilih serta menetapkan kepemimpinan definitif Golkar Kabupaten Sekadau untuk periode 2026–2030, yang diikuti oleh seluruh elemen struktur partai mulai dari pengurus DPD, organisasi sayap, kader, hingga pengurus tingkat kecamatan.
Menariknya, di tengah dinamika politik yang ada, pembiayaan keseluruhan rangkaian kegiatan musyawarah ini ditegaskan murni lahir dari gotong royong internal partai. "Pembiayaan kegiatan berasal dari sumbangsih pengurus dan kader tanpa menerima donasi dari pihak luar," ungkap Zainal menegaskan kemandirian finansial panitia pelaksana.
Sementara itu, Pelktua DPD Golkar Kabupaten Sekadau, Fransiskus Ason, menyampaikan apresiasi mendalam atas tingkat partisipasi dan kehadiran peserta yang memadati lokasi Musda. Di mata Ason, antusiasme luar biasa yang ditunjukkan oleh para kader yang hadir bahkan melampaui estimasi atau perkiraan awal panitia. Hal ini dinilai sangat positif, terlebih di tengah berbagai tantangan eksternal maupun internal yang sedang dihadapi oleh organisasi partai. Melalui momentum ini, Ason menaruh harapan besar agar Musda dapat berfungsi sebagai titik tolak pembenahan total sekaligus penguatan struktur partai di bumi Sekadau.
Dalam arahannya di hadapan para kader, Ason secara khusus menyoroti pentingnya penataan struktur kepengurusan yang lebih adaptif dan responsif terhadap dinamika politik kekinian. "Saya tekankan pentingnya konsolidasi serta penyegaran kepengurusan dengan memberikan ruang kepada kader yang dinilai aktif dan memiliki komitmen terhadap partai," pesan Ason. Ia turut membakar semangat para kader dengan mengingatkan bahwa Partai Golkar memiliki catatan sejarah kemenangan dalam kontestasi politik di Kabupaten Sekadau, meski pada periode tertentu belum berhasil menduduki kursi pimpinan puncak legislatif. Oleh sebab itu, seluruh kader diminta untuk terus merawat optimisme serta meningkatkan kerja-kerja politik kerakyatan guna menghadapi agenda pemilu mendatang.
Dari sudut pandang mitra strategis pemerintahan, kehadiran unsur eksekutif daerah memberikan warna tersendiri bagi jalannya acara. Staf Ahli Bupati Sekadau, Hermansyah, yang hadir mewakili pemerintah daerah, menyampaikan sambutan hangat sekaligus apresiasi atas terselenggaranya Musda VI Partai Golkar. Baginya, musyawarah daerah tidak boleh hanya dipandang sebatas rutinitas administratif pergantian tampuk kepemimpinan semata. Lebih dari itu, forum ini merupakan instrumen penting untuk melakukan evaluasi menyeluruh, mempererat tali silaturahmi, serta merumuskan keputusan strategis demi keberlangsungan organisasi politik yang sehat.
Pemerintah Kabupaten Sekadau juga menitipkan harapan besar agar kepemimpinan Golkar yang baru nanti tetap konsisten memprioritaskan kepentingan masyarakat luas serta memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah. "Atas nama Pemerintah Daerah, kami mengucapkan terima kasih kepada Partai Golkar atas kerja sama dan kontribusinya dalam pembangunan Kabupaten Sekadau hingga memasuki usia ke-23 tahun pada 2026," ucap Hermansyah memberikan apresiasi atas rekam jejak kolaborasi partai beringin di wilayah tersebut.
Memungkasi rangkaian pengarahan penting dalam forum tersebut, Ketua DPD I Golkar Kalimantan Barat, Ichfany, memberikan penekanan strategis kepada seluruh kader Golkar di Sekadau. Ia mengajak agar forum Musda ini dimanfaatkan sebaik-baiknya sebagai ruang evaluasi berkala sekaligus merancang strategi jitu guna mendongkrak elektabilitas dan memperkuat posisi tawar partai di tengah masyarakat. Ichfany mengingatkan bahwa soliditas sebuah organisasi moderen tidak cukup hanya dibangun di atas retorika atau komitmen seremonial belaka. Soliditas itu, menurutnya, wajib dibuktikan lewat langkah taktis dan tindakan nyata di lapangan.
Sebagai penutup, Ichfany kembali menegaskan jati diri Partai Golkar sebagai entitas politik yang inklusif, terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial. Prinsip keterbukaan inilah yang diyakini menjadi salah satu pilar kekuatan utama yang membuat Partai Golkar mampu bertahan melewati berbagai fase sejarah bangsa hingga usianya yang telah menginjak 62 tahun. Melalui hasil Musda VI ini, seluruh kader berharap Partai Golkar Sekadau mampu melangkah lebih mantap dalam menyongsong masa depan politik lokal yang lebih progresif.
