Selasa, 03 Nov 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Teknologi
Teknologi

Panasonic Mulai Jual Panel Surya Perovskit Kaca, Produksi Massal 2029

✍️ Eka Wulandari 🕒 02 Nov 2026 👁️ 2x dibaca
Panasonic Mulai Menjual “Kaca Penghasil Energi”, Atau Panel Perovskit Untuk Jendela Dan Fasad Bangunan
Panasonic Mulai Menjual “Kaca Penghasil Energi”, Atau Panel Perovskit Untuk Jendela Dan Fasad Bangunan Foto: istimewa

kalbartimes.com – Panasonic mulai memasarkan panel surya berbasis perovskit kaca secara komersial pada September 2026. Inovasi ini memungkinkan permukaan kaca pada bangunan dimanfaatkan sebagai penghasil listrik, sekaligus membuka peluang pengembangan teknologi energi surya yang terintegrasi dengan arsitektur gedung.

Peluncuran komersial tersebut menjadi langkah awal sebelum Panasonic memulai produksi seri berskala penuh yang dijadwalkan pada April 2029. Jadwal produksi massal itu bahkan dipercepat satu tahun dari rencana sebelumnya, yakni tahun fiskal 2030.

Produk awal dibuat di fasilitas percontohan Panasonic di Moriguchi. Perusahaan mengaitkan percepatan pengembangan tersebut dengan kemajuan teknologi, meningkatnya permintaan pasar, serta dukungan kebijakan pemerintah Jepang.

Panasonic HD sebelumnya terpilih mengikuti proyek Green Innovation Fund yang dikelola New Energy and Industrial Technology Development Organization (NEDO) pada September 2025. Sejak itu, perusahaan mengembangkan teknologi produksi massal sekaligus metode pemasangan panel perovskit.

Berbeda dari panel surya konvensional yang umumnya dipasang pada atap, teknologi ini menggunakan lapisan tipis perovskit yang diaplikasikan langsung pada kaca. Lapisan tersebut kemudian dilaminasi dengan kaca kedua untuk memberikan perlindungan terhadap kelembapan.

Dengan konsep tersebut, kaca tidak hanya berfungsi sebagai material bangunan, tetapi juga dapat menghasilkan energi listrik. Teknologi ini berpotensi diterapkan pada jendela maupun fasad gedung, termasuk area yang sulit dipasangi panel surya konvensional.

Desain Fleksibel untuk Bangunan

Prototipe panel perovskit Panasonic menggunakan struktur kaca laminasi dengan ukuran maksimum 1,8 x 1 meter. Produk tersebut tersedia dalam beberapa konfigurasi ketebalan, yakni 3+3 mm dan 6+6 mm.

Perusahaan juga menyediakan pilihan kaca float dan kaca berkekuatan tinggi, termasuk kemungkinan penggunaan desain dekoratif khusus.

Sementara itu, produk yang disiapkan untuk produksi massal pada April 2029 akan memiliki ukuran lebih besar, mencapai 1,8 x 1,2 meter. Pilihan ketebalannya juga diperluas menjadi 4+4 mm dan 5+5 mm, dengan opsi kaca isolasi laminasi maupun kaca temper.

Kedua generasi produk tersebut disebut memenuhi standar teknik sipil Jepang serta telah menjalani pengujian internal berdasarkan standar IEC 61730 dan IEC 62790.

Dalam proses pembuatannya, Panasonic mengandalkan teknologi pelapisan inkjet, pemrosesan laser, dan penyegelan kaca. Kombinasi teknologi tersebut memungkinkan penyesuaian ukuran, tingkat transparansi, hingga pola dekoratif panel.

Kemampuan penyesuaian itu menjadi salah satu keunggulan untuk penerapan Building-Integrated Photovoltaics (BIPV), yakni teknologi yang mengintegrasikan pembangkit listrik tenaga surya langsung ke dalam elemen bangunan.

Panasonic berencana menguji teknologi produksi massal di fasilitas perusahaan yang berada di Nagahama.

Efisiensi dan Target Pengembangan Jepang

Meski telah memulai penjualan komersial, Panasonic belum mengungkapkan sejumlah spesifikasi penting produknya. Informasi mengenai efisiensi modul, kapasitas daya, koefisien suhu, perkiraan masa pakai, serta harga jual masih belum diumumkan.

Salah satu capaian teknologi yang pernah dipublikasikan perusahaan adalah efisiensi bersertifikat sebesar 18,1 persen pada unit seluas 802 sentimeter persegi pada 2023.

Pengembangan panel perovskit Panasonic sendiri telah berlangsung lebih dari satu dekade. Pada 2020, perusahaan memperkenalkan modul perovskit ringan dengan efisiensi 16,09 persen.

Pengujian berikutnya dilakukan melalui pemasangan panel kaca pada sebuah gedung di Fujisawa pada 2023. Kemudian, pada Desember 2025, Panasonic bersama YKK AP menguji penerapan teknologi tersebut pada jendela kantor.

Pengembangan ini sejalan dengan strategi Jepang untuk memperkuat industri perovskit dalam negeri. Pemerintah negara tersebut menargetkan kapasitas produksi perovskit agregat sekitar 20 gigawatt pada 2040.

Jepang juga menetapkan sasaran penurunan biaya produksi menjadi 14 yen per watt pada 2030 dan 10 yen per watt pada 2040.

Mulai tahun fiskal 2027, Kementerian Lingkungan Hidup Jepang berencana mengubah program subsidi baru dengan tidak lagi memprioritaskan panel silikon konvensional. Dukungan akan diarahkan pada teknologi perovskit dan sejumlah teknologi energi surya generasi berikutnya.

Langkah Panasonic tersebut memperlihatkan potensi pengembangan panel surya yang tidak hanya ditempatkan sebagai perangkat tambahan, tetapi menjadi bagian dari material bangunan. Jika produksi massal dan penerapannya berhasil dikembangkan, teknologi ini dapat memperluas pemanfaatan energi surya pada gedung-gedung perkotaan.

EW
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update