Sektor Konstruksi Sumbang 12,30 Persen PDRB Kalbar, Pelaku Lokal Disorot
kalbartimes.com – Sektor jasa konstruksi di Kalimantan Barat terus menunjukkan perkembangan positif dan berkontribusi besar terhadap perekonomian daerah. Namun, pertumbuhan tersebut dinilai perlu diiringi pemerataan kesempatan agar badan usaha dan tenaga profesional lokal dapat terlibat lebih luas dalam pembangunan.
Kepala Bidang Penataan Ruang dan Bina Jasa Konstruksi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Barat, Muhammad Yodha Muhdiya, mengatakan sektor konstruksi memiliki posisi strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka peluang kerja bagi masyarakat.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang disampaikannya, sektor konstruksi memberikan kontribusi sebesar 12,30 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kalimantan Barat.
“Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor konstruksi merupakan salah satu sektor penting dengan kontribusinya terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) tercatat sebesar 12,30 persen,” jelas Yodha saat menjadi narasumber dalam program Pontianak Menyapa, Rabu (28/10/2026).
Meski memiliki kontribusi ekonomi yang besar, Yodha menilai manfaat pertumbuhan sektor konstruksi belum tentu dirasakan secara merata oleh seluruh pelaku usaha lokal. Kesempatan bagi badan usaha dan tenaga profesional asal Kalimantan Barat untuk berpartisipasi dalam berbagai proyek pembangunan masih menjadi perhatian.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak seharusnya hanya berfokus pada penyediaan infrastruktur. Pembangunan juga perlu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas melalui penguatan perusahaan lokal, peningkatan keterlibatan tenaga profesional, serta perluasan penyerapan tenaga kerja.
Karena itu, perkembangan jasa konstruksi perlu diikuti dengan kesempatan yang lebih terbuka bagi pelaku lokal untuk mengambil bagian dalam kegiatan pembangunan di Kalimantan Barat.
Pemerataan peluang tersebut menjadi penting agar kontribusi sektor konstruksi terhadap perekonomian daerah dapat berjalan seiring dengan peningkatan kapasitas usaha dan kesejahteraan masyarakat jasa konstruksi.
Dengan demikian, pembangunan infrastruktur di Kalimantan Barat diharapkan tidak hanya menghasilkan fasilitas fisik, tetapi juga memperkuat kemampuan pelaku usaha daerah dan menciptakan manfaat ekonomi yang lebih merata.
