Tunggakan Upah Rp2,2 Miliar Bayangi Proyek Sekolah Rakyat Pontianak
kalbartimes.com – Proyek pembangunan Sekolah Rakyat di Pontianak, Kalimantan Barat, menjadi sorotan setelah 300 pekerja menuntut pembayaran upah yang disebut belum diterima selama tiga bulan. Total nilai upah yang ditagih mencapai Rp2,2 miliar.
Aksi berlangsung di Jalan Flora, Pontianak Utara, Selasa (27/10/2026). Para pekerja meminta perusahaan BUMN yang disebut sebagai PT W menjelaskan penyebab keterlambatan pembayaran sekaligus menetapkan jadwal pelunasan.
Koordinator aksi, Sugiyanto, mengungkapkan kekecewaan pekerja terhadap informasi yang berubah-ubah mengenai ketersediaan dana.
“Kami merasa diberikan janji palsu oleh pihak perusahaan. Kami datang ke sini untuk menuntut gaji kami. Totalnya Rp2,2 miliar untuk 300 orang pekerja,” kata Sugiyanto.
Menurut dia, pihak lapangan menyebutkan dana pembayaran sudah tersedia. Namun, informasi yang diperoleh setelah menghubungi kantor perusahaan menyatakan dana belum cair.
Perbedaan keterangan itu menimbulkan persoalan komunikasi antara pekerja dan perusahaan. Bagi para buruh, kepastian pembayaran menjadi penting karena upah merupakan sumber pendapatan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Kasus ini juga menyoroti pentingnya pengawasan terhadap pelaksanaan proyek yang menggunakan anggaran negara. Pembangunan fisik Sekolah Rakyat Pontianak disebut bernilai sekitar Rp231,8 miliar dari APBN.
Nilai proyek yang besar tersebut membuat penyelesaian persoalan hak tenaga kerja menjadi perhatian tersendiri, meskipun penyebab keterlambatan pembayaran masih memerlukan penjelasan resmi dari perusahaan.
Hingga berita ini disusun, belum tersedia keterangan resmi memadai mengenai jadwal pembayaran upah. Para pekerja masih menunggu kepastian penyelesaian tunggakan tersebut.
